
Jayapura, Jubi – Dinas PU Provinsi Papua akan membangun sebanyak 15 los atau tempat berjualan bagi para mama-mama pedagang asli Papua yang menempati pasar sementara di Jalan Percetakan, Kota Jayapura.
Sekretaris Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap), Robert Jitmau (Rojit) mengatakan, los yang akan dibangun berukuran 3×3 meter. Ukuran itu bisa ditempati tiga orang mama-mama Papua untuk berjualan.
“Mama-mama kan ada yang berjualan berkelompok. Los yang itu dulu dibongkar ketika perbaikan, apalagi ketika pasar dipakai untuk tempat judi togel. Kami suruh bongkar. Los itu akan dibangun PU dan mereka sudah setuju, Senin (26/10/2015) lokasi pembangunan los sudah di ukur,” kata Rojit via teleponnya kepada Jubi, Rabu (28/10/2015).
Namun kata Rojit, meski menyetujui akan membangun los di pasar mama-mama Papua, kini Dinas PU menyatakan terkendala dana, lantaran tak dianggarkan dalam APBD tahun ini. Meski begitu, dinas terkait akan berusaha mencari dana talangan untuk pembangunan los itu.
“Nanti pada APBD 2016 baru dianggarkan. Wali Kota Jayapura juga minta mama-mama yang jualan di depan Bank Papua dan beberapa titik lainnya masuk di pasar, sehingga ketika mereka masuk pasar bisa dapat los-los itu,” ucapnya.
Hingga kini mama-mama Papua yang selama ini menempati pasar sementara terpaksa berjualan di sepanjang pinggir jalan depan Swalayan Galael, Kota Jayapura. Hal itu disebabkan, pasar sedang direnovasi.
Salah seorang dari Mama Papua yang berjualan di depan Galael, Martina Giay mengatakan, ia dan rekan-rekannya tak nyaman berjualan di lokasi itu lantaran tak ada penerangan dan tenda untuk melindungi mereka dari panas dan hujan.
“Tapi ya, kita mau bagaimana lagi, terpaksa kami berjualan karena tidak ada tempat lain. Kalau sudah malam hanya lampu dari Swalayan Galael saja yang menerangi kami, ataupun lampu-lampu dari kendaraan yang lewat,” kata Martina Giay kala itu. (Arjuna Pademme)




