Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
Merauke, Jubi – Harga beras yang dijual pedagang kepada masyarakat di Kampung Wambi, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke ‘mencekik leher.’ Sekarung beras dengan berat 15 kilogram, dijual berkisar Rp280.000-Rp300.000.
Seorang warga Kampung Wambi, Rekianus Samkakai kepada Jubi Rabu (14/6/2017) menuturkan, salah satu kesulitan dialami dan dirasakan masyarakat di sana adalah beras. Saat ini, pedagang sesuka hati menjual beras sangat mahal kepada masyarakat.
“Mau tidak mau, masyarakat tetap membeli. Karena merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi tiap hari,” ujarnya.
Untuk beras sejahtera (rastra) di sana, kata dia, penyaluran sering terlambat dan kuota bagi masyarakat terbatas. “Memang harga rastra yang dibeli Rp50.000/karung. Tetapi kendalanya sering datang terlambat,” tuturnya.
Dengan demikian, lanjut Samkakai, masyarakat terpaksa membeli beras dari pedagang meskipun harga yang dijual sangat mahal.
“Saya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke melakukan penertiban kepada para pedagang di Okaba, karena sering membawa dan menjual beras kepada masyarakat di Kampung Wambi sangat mahal,” pintanya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Tarsisius Awi yang dimintai komentarnya meminta jatah rastra bagi masyarakat di Kampung Wambi disalurkan secara rutin. Sehingga masyarakat tak kesulitan mendapatkan tiap bulan.
“Ya, kalau rastra terlambat didistribusikan, otomatis pedagang akan memanfaatkan kesempatan menjual beras miliknya dengan harga mahal. Tentunya ini juga harus ada ketegasan pemerintah melakukan penertiban,” ujarnya. (*)
