Papua No. 1 News Portal | Jubi
Almaty, Jubi – Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev pada Jumat, (7/1/2022) perintahkan tembak mati untuk mengatasi kerusuhan lebih parah oleh orang-orang yang disebutnya sebagai bandit dan teroris. Ia mengatakan mereka yang tak menyerah akan “dimusnahkan”.
“Hingga 20.000 “bandit” menyerang kota terbesar, Almaty, dan telah menghancurkan fasilitas negara,” kata Tokayev dalam pidato yang disiarkan di TV, dikutip Antara dari Reuters, Sabtu, (8/1/2022).
Baca juga : Padamkan pemberontakan Rusia kirim pasukan terjun payung ke Kazakhstan
Kazakhstan umumkan keadaan darurat terkait protes berakhir dengan kekerasan
Negara ini kekurangan pasokan obat usai kebijakan pangkas harga ke produsen
Aksi protes yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar pecah menjadi gelombang kerusuhan di seluruh negeri sejak pekan lalu. Jomart mengatakan sebagai bagian dari operasi “kontrateroris”, ia memerintahkan lembaga penegak hukum dan militer “untuk menembak mati tanpa peringatan.”
“Orang-orang militan belum menurunkan senjata mereka, mereka terus melakukan kejahatan atau tengah mempersiapkan (kejahatan). Perang melawan mereka harus sampai selesai. Siapa pun yang tidak menyerah akan dilenyapkan,” kata Tokayev menegaskan.
Ia menolak seruan untuk berdialog dengan massa dengan dalih menuding mereka sebagai bandit bersenjata yang mempunyai persiapan matang. (*)
Editor : Edi Faisol





