
Sebanyak 235 orang yang luka-luka dibawa ke rumah sakit pada Selasa, kata pengelola rumah sakit.
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Hong Kong, Jubi – Para pengunjuk rasa anti-pemerintah yang berada di sebuah universitas Hong Kong mencari jalan keluar setelah lebih dua hari bentrokan dengan polisi. Selain bentrokan, pada Selasa (19/11/2019) kemarin terjadi penangkapan lebih 1.000 orang dalam waktu 24 jam.
Sekitar 100 pemrotes terperangkap di Universitas Politeknik sehari setelah para mahasiswa, sebagian kelelahan dan takut akan penyerbuan terhadap kampus polisi.
Berita terkait : Demonstran Hong Kong ancam lumpuhkan pusat bisnis
Demonstran Hong Kong blokade layanan kereta
Ini kondisi Hong Kong usai bentrokan demonstran
Mereka berusaha meloloskan diri, meski Polisi memukuli bagian belakang sejumlah mahasiswa dan menembakkan peluru-peluru karet, gas air mata dan menyemprotkan air ke arah demonstran.
Sebanyak 235 orang yang luka-luka dibawa ke rumah sakit pada Selasa, kata pengelola rumah sakit.
“Saya ingin pergi, saya merasa sangat lelah,” ujar Thomas, 20 tahun, mahasiswa di univeristas lain yang sudah berada di kampus itu sejak pengepungan dimulai.
Dia kemudian berjalan pelan, bersama dengan 10 mahasiswa lainnya, ke arah polisi, yang menggeledah dan menangkapnya. Ia memiliki menyimpan nomor-nomor telepon pengacara yang ditulis di bagian tangan kanannya.
Pada malam hari, sekelompok kecil mahasiswa berusaha lari melalui gerbang utama kampus itu. Sebagian besar, jika tidak semua, kembali ke dalam kampus ketika polisi berteriak ke arah mereka dan mengarahkan lampu senter mereka daripada melepaskan tembakan.
Polisi mengatakan hampir 800 orang sudah meninggalkan kampus itu dengan damai pukul 23.00 waktu setempat dan akan diperiksa, termasuk hampir 300 mahasiswa yang berumur di bawah 18 tahun. Sekitar 20 orang sukarelawan yang memberikan bantuan medis juga sudah pergi.
“Sekitar 1.100 orang telah ditangkap dalam 24 jam belakangan ini atas tuduhan termasuk melakukan pengrusakan dan kepemilikan senjata serang,” kata polisi. Sedangkan sejak protes-protes mulai terjadi pada Juni, lebih 5 ribu orang ditahan.
Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan dia berharap masalah yang terjadi dapat teratasi dan mengatakan kepada polisi untuk bertindak manusiawi. (*)
Editor : Edi Faisol




