Demi Emas di Papua, Perusahaan Halalkan Segala Cara

Anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa - Jubi/Doc
Anggota DPR Papua, Laurenzus Kadepa – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa menyoroti sejumlah perusahaan pertambangan di Papua yang dinilai menghalalkan segala cara untuk mengeruk Sumber Daya Alam (SDA) di Bumi Cenderawasih.

Ia mengatakan, tak hanya PT. Freeport Indonesia, namun perusahaan di wilayah penambangan rakyat Degeuwo, Kabupaten Paniai juga mengeruk emas dengan menghalalkan berbagai cara.

Menurutnya, salah satu perusahaan di wilayah penambangan rakyat Degeuwo yaitu PT. Madinah Qurrata’ain menempatkan Rudiard Tampubolon, purnawirawan polisi berpangkat Inspektur Jenderal sebagai komisaris perusahaan. Ia khawatir, cara-cara seperti ini akan berdampak buruk terhadap masyarakat sekitar.

“Demi emas, perusahaan kapitalis di Papua mengandeng TNI/Polri dan mengabaikan aspek kemanusiaan. Saya khawatir akan ada lagi masyarakat sipil yang jadi korban. Sudah cukup selama ini masyarakat sipil dikorbankan untuk kepentingan inevstor, kelompok, dan pihak tertentu lainnya,” kata Kadepa via teleponnya kepada Jubi, Senin (26/10/2015).

Katanya, selama ini banyak masalah di wilayah penambangan rakyat di Degeuwo. Tak jarangan ada nyawa yang melayang akibat berbagai alasan.   Kadepa tak ingin kondisi itu terus terjadi, ia berharap pihak terkait bisa mengambil langkah dan solusi mengenai keberadaan penambangan rakyat itu.

“Daerah sepanjang kali Degeuwo sering terjadi penembakan yang diduga dilakukan oleh aparat keamanan terhadap rakyat sipil di sana.Oknum-oknum tertentu memasok minuman keras ke lokasi penambangan. Tak hanya itu, mereka juga mendatangkan wanita penghibur.  Emas di ambil dan HIV Aids ditinggalkan. Itulah yang sedang terjadi di sana,” ucapnya.

Sementara Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, John NR Gobay seperti dikutip dari suarapapua.com mengatakan, perusahaan di wilayah penambangan rakyat Degeuwo kian berani menggandeng aparat keamanan, bahkan jasa aparat Brimob dipakai menjaga setiap areal dan tempat bekerja milik perusahaan.

Padahal lanjut John Gobay, Brimob sudah beberapa kali menembak warga sipil di sekitar lokasi penambangan rakyat. (Arjuna Pademme)

Related posts

Leave a Reply