
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten Puncak turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya empat karyawan PT Moderen yang meninggal akibat tertembak oleh kelompok bersenjata di di Kampung Engengeng, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak beberapa hari lalu.
Untuk itu, Bupati Kabupaten Puncak, Welem Wandik melalui perwakilan Pemda Puncak Ricky Siwi menyerahkan dana duka kepada keluarga korban.
Ricky Siwi saat dihubungi Jubi, Senin (21/3/2016) mengatakan bahwa pihaknya sudah menyerahkan dana duka kepada empat keluarga korban pada Jumat (18/3/2016) lalu. “Masing-masing keluarga korban diberikan Rp 100 juta,” katanya.
Menurut Ricky Siwi, semua keluarga korban telah menerima dana duka tersebut. “Jadi siangnya kami berikan Rp 300 juta kepada tiga korban di Depapre dan sorenya kami ke Tongkonan dan berikan Rp 100 juta kepada keluarga korban asal Toraja yang diterima langsung oleh ketua IKT Provinsi Papua, John Mangontang,” ujarnya.
Ricky Siwi juga mengatakan bahwa Bupati Puncak juga mengharapkan kepada pihak keamanan dalam hal ini TNI dan POLRI untuk menindak tegas para pelaku penembakan tersebut agar ada efek jera terhadap pelaku tersebut. “Harus ditindak tegas dan Bupati juga berharap pembangunan jalan di daerah tersebut harus terus dikerjakan untuk membuka akses magi masyarakat terpencil,” katanya.
Di tempat terpisah, Ketua IKT Provinsi Papua, John Mangontang mengatakan bahwa kedepannya harus ada koordinasi antara pihak pemerintah, perusahaan dalam hal ini PT Moderen dan juga pihak aparat keamanan sehingga kasus tersebut tidak terjadi lagi kedepannya.
“Koordinasi itu perlu, karena dengan kasus ini yang dirugikan adalah masyarakat sipil. Pembangunan jalan itu juga perlu dengan terbukanya jalan maka akses ke daerah terpencil bisa terbuka dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat juga bisa lancar,” katanya.
Sekedar diketahui, Jenazah empat karyawan PT Modern atas nama Yohanis Tiku atau Anis, Andreas Demena (Operator Dozer), Daud Demetow Demena (Helper Dozer) dan David Demena (Operator Excavator) yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Kampung Engengeng, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.
Terpisah, Frangky Demena, keluarga korban penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata, Selasa (15/3/2016) siang pada pukul pukul 13.45 WP lalu, kepada wartawan di RS Bhayangkara meminta aparat kemanan segera menangkap para pelaku yang menewaskan keluarga mereka.
“Saya meminta aparat menangkap mereka. Masak negara yang besar ini kalah sama kelompok yang sering buat kekacauan disana,” kata Frangky Demena.
Penembakan tersebut menurut Frangky sangat janggal, sebab para pekerja yang ditembak oleh kelompok bersenjata bukanlah musuh siapapun. “Kenapa mereka menembak warga sipil, bukan aparat keamanan saja inilah pertanyaan kami,” ujarnya. (Roy Ratumakin)




