BUPATI MERAUKE: ORANG MARIND TIDAK HIDUP DENGAN MEMINTA-MINTA

Masyarakat di Kampung Wendu. (JUBI/Frans L Kobun)

Merauke, 28/8 (Jubi) – Bupati Merauke, Romanus Mbaraka menegaskan, orang Marind itu kuat dan hidupnya tidak dengan meminta-minta. Sehingga, harus bisa bekerja keras untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pemerintah terus memberikan perhatian secara serius terhadap masyarakat di kampung-kampung.

“Sekali lagi saya minta agar kita harus bangkit. Tanah milik orang Marind masih sangat luas, sehingga bisa digunakakan dan atau dimanfaatkan untuk menanam aneka tanaman pertanian baik umur pendek maupun panjang,” kata Romanus, dalam sambutannya pada kegiatan Musyawarah Pastoran (Muspas) se-Dekenat Wendu, yang berlangsung di Kampung Wendu, Distrik Semangga, Merauke, Papua, Kamis (28/8).

Menurut Romanus, dalam tahun ini, terutama di kampung-kampung lokal yang didiami orang Marind, Pemerintah Kabupaten Merauke menurunkan dana senilai Rp 500 juta. Dana yang dimaksud ini dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan, termasuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Ditegaskan Romanus, jika dana terlambat dilakukan pencairan, maka itu adalah kelalaian dari aparat kampung yang terlambat membuat pelaporan secara tertulis tentang penggunaan dana tahun sebelum.

Dana yang diturunkan pemerintah, demikian Bupati Merauke, agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Kepala kampung bersama perangkatnya harus mengundang semua masyarakat sekaligus duduk bersama  membicarakan sekaligus merencanakan berbagai program yang hendak dijalankan.

“Saya tidak ingin agar aparat kampung membuat perencanaan secara sendiri-sendiri. Semua unsur harus dilibatkan secara langsung. Karena nantinya kegiatan pembangunan dilaksanakan secara bersama-sama,” kata Romanus.

Kepala Distrik Semangga, Rekianus Samkakai mengungkapkan, dalam setiap kesempatan, dirinya selalu berkunjung ke kampung-kampung dan memberikan motivasi kepada masyarakat agar terus bekerja untuk bisa menghidupi keluarga. Termasuk juga mendorong warga agar menggunakan dana yang diturunkan pemerintah dengan sebaik mungkin. (Jubi/Frans L Kobun)

Related posts

Leave a Reply