Nilai pembatalan kunjungan wisatawan ke negara pulau Samudera India itu mencapai 4,4 miliar dolar AS.
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Bentota, Jubi – Industri pariwisata Sri Lanka terpukul usai pemboman yang menimbulkan korban 250 orang belum lama ini. Tercatat nilai pembatalan kunjungan wisatawan ke negara pulau Samudera India itu mencapai 4,4 miliar dolar AS.
Sri Lanka telah menderita kerugian karena para turis dari berbagai negara membatalkan pesanan-pesanan kamar hotel dan penerbangan karena takut akan terjadi serangan bom lagi.
“Ini pukulan besar bagi ekonomi dan juga industri pariwisata,” kata Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, dalam wawancara pada Sabtu, (4/5/2019).
Berita terkait : Bom Sri Lanka, pejabat kepolisian emoh mundur
Sri Lanka revisi jumlah korban tewas serangan bom
Sri Lanka tangkap warga Suriah terkait teror bom
Data konsultan perjalanan ForwardKeys, menyebutkan pemesanan kamar hotel turun rata-rata 186 persen selama sepekan setelah serangan-serangan. Penurunan lebih dari seratus persen itu menunjukkan pembatalan-pembatalan lagi.
“Tingkat pembatalan pemesanan kamar hotel di seluruh negara itu rata-rata 70 persen sejak Sabtu, dengan Ibu Kota Kolombo terkena dampak paling buruk,” kata Ketua Biro Pariwisata Sri Lanka, Kishu Gomes kepada Reuters.
Ia menyebutkan beberapa maskapai juga sudah tidak meneruskan penerbangan. “Jumlah penumpang turun dari biasanya. Ini faktor yang mencemaskan,” kata Gomes menjelaksan.
Baca juga : Serangan gereja dan hotel di Sri Lanka tewaskan ratusan orang
Gereja di Kolombo batalkan misa Minggu
Industri pariwisata di Sri Lanka mengandalkan garis pantai sepanjang 1.600 kilo meter, setelah berakhirnya perang saudara selama satu dekade dengan separatis Tamil tahun 2009.
Pariwisata merupakan sumber valuta asing yang tumbuh cepat dan terbesar ketiga di Sri Lanka tahun lalu.
Editor : Edi Faisol
