Blok oposisi pertanyakan laporan pengamat Pemilu Fiji

Kelompok pengamat Pemilu Fiji, Multinational Observer Group (MOG), mengadakan konferensi pers di Suva. - RNZI/ Koroi Hawkins
Kelompok pengamat Pemilu Fiji, Multinational Observer Group (MOG), mengadakan konferensi pers di Suva. – RNZI/ Koroi Hawkins

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Pemimpin blok oposisi Fiji menyebut laporan Kelompok Pengamat Multinasional, Multinational Observer Group (MOG) atas pemilihan umum (pemilu) 2018 negara itu, dangkal dan terlalu umum.

Read More

Laporan itu, diluncurkan pekan lalu, memaparkan pemilu itu sebagai pemilu yang ‘kredibel’. Namun Sitiveni Rabuka berkata laporan itu tidak mendalam dan menunjukkan pemahaman yang terbatas, mengenai latar belakang sosial dan politik Fiji.

Multinational Observer Group tersebut, yang terdiri dari 77 pengamat dari sepuluh negara berbeda, merilis laporan akhir pekan lalu. Dokumen itu panjangnya 71 halaman berisikan 21 rekomendasi penting.

Namun, menurut Rabuka, laporan itu tidak menyinggung rekomendasi-rekomendasi dari laporan pemilu sebelumnya pada tahun 2014, yang menurutnya diabaikan oleh pemerintah yang berkuasa sejak itu.

“Konstitusi Fiji, UU tentang Pemilihan Umum, itu adalah hal-hal yang seharusnya mereka nilai. Situasi sosial politik di Fiji dan seberapa layaknya dan relevannya sistem pemilihan itu,” tutur Rabuka.

Rabuka juga menegaskan bahwa laporan itu tidak mempertimbangkan mekanisme demokrasi yang diperlukan dalam mewujudkan pemilihan umum yang bebas dan adil.

Menurut laporan MOG, pemilu nasional Fiji tahun lalu kredibel, tetapi kurangnya kepercayaan publik terhadap proses tersebut adalah masalah yang masih perlu diselesaikan.

MOG telah meluncurkan laporan akhir dan rekomendasinya setelah pemungutan suara 14 November 2018 lalu.

Kelompok itu, yang terdiri dari 77 pengamat internasional, mengatakan proses demokrasi itu dilakukan di ruang politik yang lebih terbuka daripada kegiatan-kegiatan sebelumnya, dan secara keseluruhan transparan dan kredibel, yang memungkinkan ‘rakyat Fiji untuk menggunakan hak pilihnya secara bebas’.

“Namun, dalam beberapa hal masih ada kurangnya rasa percaya,” kata MOG.

Mereka memuji persiapan Kantor Pemilu Fiji (Fijian Elections Office; FEO) dalam menyambut pemilu, serta seluruh sistem dalam proses penghitungan suara.

“FEO telah melaksanakan tugasnya dengan penuh kecakapan, dan sekarang merupakan administrator pemilihan umum yang terintegrasi dan berkelanjutan,” lapor MOG.

“Beberapa masalah kecil tercermin dengan daftar pemilih, terutama saat pra-pemilu, tetapi masalah ini tidak membawa dampak besar terhadap proses atau hasil pemilu,” kata MOG. (RNZI)

Editor: Kristianto Galuwo

Related posts

Leave a Reply