Bio Pauline sering dikira orang asli Papua

bio pauline, papua
Bio Paulin saat bersama tim Persipura menjalani latihan di Stadion Mandala Jayapura - Jubi/Roy Ratumakin.

Papua No.1 News Portal

Jayapura, Jubi- Punya Postur tubuh tinggi, berkulit hitam dan berambut gimbal membuat pemain kelahiran Nanga Eboko, Haute Sanaga Provinsi Tengah Kamerun, 15 April 1984 ini sering dikira asal Papua.

Namun Bio Pauline merasa senang disebut orang Papua. sebab dia sudah menjadi warga negara Indonesia di Papua. Apalagi dia sudah memiliki istri asal Papua dan memiki seorang anak bernama Rudi Pierre Pauline. Pemain asal Kamerun ini menikahi perempuan asal wilayah adat Saireri ini, Cintya Wondiwoi.

Read More

Pria yang pernah memperkuat Persipura sejak 2007 sampai 2017 ini perawakannya hampir mirip dengan mayoritas skuad anak anak Papua dari klub berjuluk Mutiara Hitam. Dia pertama kali datang ke klub Mutiara Hitam pada 2007 atas jasa pelatih Ivan Kolev yang saat itu melatih Persipura.

Kolev membawa Pauline dari Mitra Kukar ke Persipura, namun tak berlangsung lama Ivan Kolev pun dipilih melatih timnas Indonesia. Akibatnya Persipura memilih pelatih asal negeri jiran Malaysia, iIrfan Bakti dan asisten pelatihnya M Raja Isa.

Isa lantas jadi pelatih kepala hingga akhirnya diganti Jacksen F Tiago.

Kemampuan Bio Pauline mulai meningkat saat Jacksen F Tiago melatih Persipura sejak 2008-2014. bahkan bahkan membawa Persipura tiga kali juara Indonesia Super League (ISL). Bio mengaku gaya permainannya semakin meningkat karena pelatih Jacksen mampu memberikan motivasi bagi setiap pemain.

Tak heran kalau Bio Pauline bangga karena pernah perkuat Persipura dan tiga kali merasakan juara serta pernah terpilih dalam tim nasional Indonesia.

Berbeda kalau masih berwarga negara Kamerun, tentunya sulit bersaing dalam tim nasional Kamerun. Di Indonesia Bio Pauline mengaku lebih dikenal luas, ketimbang di tanah air muasalnya.

Musim 2019 lalu mantan defender tangguh Persipura ini pernah mencoba bergabung dengan Persipura tetapi gagal lolos seleksi setelah pelatih maupun manejemen menilai dan membuat keputusan untuk tidak mengontraknya.

Menanggapi gagalnya Bio Pauline ke Persipura, mantan gelandang bertahan tim Mutiara Hitam, Dai Imanuel Wanggai hanya berpesan kepada sahabatnya, “dunia mungkin sudah berubah saudara, tetapi hati kita tetap bersama. Hanya di antara kita yang pernah merasakan kesuksesan itu. Karena dunia tidak abadi, yang abadi adalah Yesus Kristus. Sukses kemana pun kamu pergi karena Tuhan yang mengatur jalan hidupmu demikian dunia adalah kita,”.

Belakangan Imanuel Wanggai pun pergi meninggalkan tim berjuluk Mutiara Hitam yang telah dihuninya sejak usia 18 tahun.

Kini Bio Pauline sedang berlatih di Bali. Klub manakah yang kelak akan meminangnya untuk berlaga di Liga 1 Indonesia musim depan?(*)

Editor: Syam Terrajana

Related posts

Leave a Reply