Besok, mahasiswa Papua se-Jawa dan Bali lakukan aksi di KPK

Carles Kossay, Koordinator aksi, Solidaritas Mahasiswa Papua se Jawa-Bali - Jubi/Agus Pabika
Carles Kossay, Koordinator aksi Solidaritas Mahasiswa Papua se Jawa-Bali – Jubi/Agus Pabika

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Solidaritas mahasiswa Papua se Jawa-Bali akan menggelar aksi solidaritas di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Rabu (13/2/2019) esok. Aksi ini digelar sebagai bentuk dukungan atas adanya tudingan kriminalisasi pejabat Papua yang dilakukan oleh KPK.

Read More

Koordinator aksi, Carles Kossay saat dikonfirmasi Jubi mengatakan, mahasiswa Papua menganggap apa yang dituduhkan KPK telah merusak citra Gubernur Papua Lukas Enembe. Mereka menilai KPK sengaja melakukan upaya kriminalisasi terhadap pejabat Papua.

“Pada Sabtu 2 Februari 2019, kehadiran KPK yang tanpa di undangan hadir pada Rapat Pembahasan Evaluasi Anggaran pemerintah provinsi Papua dengan Kemendagri bertempat di hotel Borobudur. Kejadian ini mengarah pada upaya mengkriminalisasi terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, dalam proses rapat berlangsung,” katanya.

Charles menjelaskan, dalam pandangan mahasiswa Papua, pegawai KPK tidak bekerja profesional. Ini lantaran dalam rapat tersebut mereka memotret wajah para pejabat Papua dan Mendagri. Memotret tanpa izin inilah yang membuat rombongan Gubernur Provinsi Papua marah dan diinterogasi pegawai KPK. Ia juga menyayangkan pemberitaan di media massa yang terlalu berlebihan.

“Kami merasa sangat keberatan dengan adanya pemberitaan di seluruh media nasional yang didominasi oleh informasi versi KPK,  seolah benar-benar telah terjadi penyerangan oleh beberapa oknum dari pihak pemerintah Papua kepada penyidik KPK yang sedang melakukan tugas, sebelum adanya pembuktian oleh pihak kepolisian,” kata Carles.

Dalam aksi besok, Solidaritas Mahasiswa Papua se Jawa-Bali akan menuntut KPK RI berhenti mengkriminalisasi pejabat Papua yang menjalankan roda pemerintahan untuk membangun tanah Papua dalam bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi.

Sementara itu Opis Wenda mahasiswa Papua se Jawa-Bali juga  meminta dengan tegas untuk KPK berhenti melakukan aksi teror, intimidasi dan kriminalisasi terhadap pejabat Papua terutama kepada gubernur Papua Lukas Enembe. (*)

 

Editor        : Edho Sinaga

 

Related posts

Leave a Reply