Belarus akan balas sanksi AS

sanksi AS Papua
Ilustrasi, pixabay.com

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Moskow, Jubi – Pemerintah Belarus mengatakan akan membalas Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya terkait sanksi terhadap puluhan individu dan entitas di negaranya.  Negara itu mengakui ekonominya menghadapi tekanan dari luar yang belum pernah terjadi sebelumnya saat snaksi ditetapkan oleh AS.

Sanksi-sanksi baru itu bertujuan menekan pemimpin Belarus Alexander Lukashenko, yang dituduh oleh pemerintah negara-negara Barat mencurangi pemilihan presiden. Lukashenko juga dituding memerintahkan penumpasan besar-besaran terhadap oposisi dan mendorong para migran Timur Tengah ke perbatasan dengan Polandia.

Baca juga : Dubes Prancis diusir dari belarus
Dampak pembajakan pesawat Ryanair penerbangan Belarus dipaksa memutar
Puluhan ribu demonstran menuntut presiden Belarus mundur

Meski Lukashenko menyangkal tuduhan-tuduhan itu. “Kami telah berulang kali mengatakan bahwa semua langkah anti Belarus yang tidak bersahabat akan dibalas dengan tanggapan yang tepat. Termasuk putaran baru sanksi-sanksi itu,” kata Kementerian Luar Negeri Belarus dalam sebuah pernyataan, Jumat, (3/12/2021).

Kemlu juga menyerukan negara-negara Barat untuk berdialog. Sedangkan ekonomi yang dihadapi negara itu dalam tekanan eksternal pada skala dan kedalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Lukashenko mengatakan Belarus telah berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi mengalami kontraksi sebesar 0,9 persen tahun lalu, dan Bank Dunia memperkirakannya akan tumbuh sebesar 1,2 persen pada 2021, menurut proyeksi Oktober.

Otoritas Belarus perlu memastikan bahwa inflasi turun menjadi enam persen pada 2022, kata Lukashenko, turun dari 10,5 persen pada 1 November. “Kami berencana memiliki inflasi satu digit pada enam persen pada 2022,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Leave a Reply