Beasiswa Tersendat, Asrama Maro Dipalang

Pintu Masuk Asrama Maro yang di Palang (Jubi/Musa)

Jayapura (2/11) — Puluhan mahasiswa asal Merauke yang kuliah di Jayapura, Papua, memalang Asrama Maro milik Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Merauke yang beralamat di Padang Bulan, Abepura, Jumat (2/11) pagi. Pemalangan tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap pembagian dana beasiswa yang terus diulurkan.

 

Ketua Ikatan Mahasiswa Merauke (IKMAMER) di Jayapura, Diana Gebze mengatakan, pembagian beasiswa ditangani oleh Ikatan Mahasiswa Bovendigoel. Namun, hingga kini pembagian itu tak jelas. Asrama Maro dipalang, karena kebanyakan dihuni mahasiswa Bovendigoel. Pemalangan ini sebagai bentuk kekecewaan.

 

“Kami palang asrama ini karena aset dari pemerintah Merauke tapi ditempati mahasiswa Bovendigoel. Sebenarnya, tidak masalah mereka tinggal, tapi beasiswa yang diurus tidak jelas jadi kami palang,” kata Diana kepada wartawan di Abepura, Jumat (2/11). Pembagian beasiswa sebenarnya sudah berlangsung sejak Minggu (28/10) di Perumnas I Expo, Waena. Namun, tak dibagikan tanpa alasan yang jelas.

 

Pembagian diundurkan ke Selasa (31/10) di Aula Mako Brimob Papua yang bermarkas di Kotaraja, Abepura. Saat itu pembagian berjalan, namun 50 persen mahasiswa asal Bovendigoel yang menerima, sementara 70 persen belum. Total anggaran beasiswa yang dibagi sebesar Rp. 2 milyar lebih.

 

Beasiswa ini difokuskan untuk mereka yang sementara menjalani perkuliahan disemester tiga (studi berjalan). Kemudian bagi mereka yang studi akhir. Untuk studi berjalan, menerima Rp. 5 juta per-orang. Studi akhir mendapat Rp. 10 juta per orang.

 

Manuel Wandikman, mahasiswa asal Boven Digoel mengatakan, total dana beasiswa yang akan dibagikan ke kami sebesar dua milyar dua ratus lima puluh ribu rupiah. “Baru puluhan mahasiswa yang terima. Sebagian besar belum,” kata Manuel

 

Pemalangan dilakukan sekitar pukul 06.00 WIT. Pemalang menuntut Ikatan Mahasiswa Biven Digoel yang menangani beasiswa segera menyelesaikan pembagian. Pemerintah Boven Digoel juga diminta menjelaskan ketidak jelasan pembagian sehingga terus diulur-ulurkan. Pemalang bersepakat, melepaskan palang setelah tututan dijawab. (Jubi/Musa)

Related posts