Banjir Venezuela barat tewaskan 20 warga

Papua
Ilustrasi Banjir - Pixabay.com.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

San Cristobal, Jubi – Sedikitnya 20 orang tewas di negara bagian Merida, Venezuela barat, akibat hujan lebat dan banjir yang menyebabkan tanah longsor dan sungai meluap. Pemerintah Venezuela pada Rabu (25/8/2021) kemarin mengatakan jumlah korban tewas itu bertambah, sedangkan pihak berwenang sedang bekerja untuk memulihkan layanan telepon di beberapa daerah.

Read More

Gubernur negara bagian Merida, Ramon Guevara, sebelumnya mengatakan bahwa lebih dari 1.200 rumah telah hancur dan 17 orang masih dinyatakan hilang saat para petugas penyelamat terus berupaya mencari di reruntuhan.

“Mari kita coba untuk tidak menjadikan masalah ini politis atau ideologis. Mari kita semua mencari solusi untuk masalah ini,” kata Guevara.

Gambar-gambar yang diunggah di media sosial menunjukkan mobil-mobil tersapu di jalan-jalan, gedung-gedung dan tempat bisnis dipenuhi lumpur, dan tanah longsor yang meninggalkan batu-batu besar berserakan di jalan.

Baca juga : Banjir bandang menimpa sebuah kota di China tewaskan 14 orang

Fiji diserang Ana, serangan siklon kedua dalam sebulan

Kondisi memprihatinkan Haiti yang dilanda gempa, korban tewas hampir 2 ribu jiwa

Beberapa kota di daerah yang terkena dampak — termasuk Tovar, Bailadores, Zea dan Santa Cruz de Mora — mengalami listrik mati karena banjir merusak trafo listrik. Pemerintah negara bagian maupun kotamadya tidak memiliki sumber daya untuk membantu area-area yang terkena dampak.

Namun, Guevara telah menugaskan spesialis infrastruktur untuk bekerja dengan Caracas dalam memperbaiki bangunan dan jalan.

Guevara menginstruksikan para pejabat untuk mengatur pos pengumpulan bantuan kemanusiaan di pusat kota Merida di mana mereka menerima sumbangan berupa air, makanan yang tidak mudah rusak, pakaian dan selimut. Ia juga mengerahkan petugas kesehatan ke tempat-tempat yang paling parah terkena dampaknya.

Presiden Nicolas Maduro pada Selasa (24/8/2021) mengatakan Menteri Perminyakan Venezuela Tareck El Aissami telah menjamin ketersediaan bahan bakar untuk upaya penyelamatan.

Menteri Dalam Negeri Venezuela Remigio Ceballos pada Rabu mengatakan bahwa setidaknya 54.543 orang di 87 kota telah terkena dampak banjir selain jalan dan jembatan yang rusak.

Ceballos mengatakan sejumlah negara bagian yang masih dalam keadaan darurat adalah Merida, Tachira, Zulia, Apure, Amazonas, Bolivar, Delta Amacuro, Monagas dan Aragua.

Sejauh ini 80 petugas pemadam kebakaran dan 60 petugas perlindungan sipil dari Merida telah dikerahkan untuk operasi darurat selain anggota angkatan bersenjata yang ditempatkan di daerah tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts

Leave a Reply