Sebanyak 18 kelompok pembudidaya perikanan mengalami kerugian karena banjir yang menimpa beberapa waktu lalu.
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Bantul, Jubi – Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengakui sektor perikanan budidaya terdampak banjir yang menimpa daerah tersebut. Pemda setempat mencatat sebanyak 18 kelompok pembudidaya perikanan mengalami kerugian karena banjir yang menimpa beberapa waktu lalu.
“Kalau untuk sektor perikanan itu ada 18 kelompok yang terkena dampak banjir, itu bukan kolamnya yang rusak, namun ikannya yang hilang,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, Pulung Haryadi, Rabu, (3/4/2019).
Baca juga : Terdampak banjir bandang, ribuan masyarakat Yahukimo terima bantuan
Pojok baca, pelipur lara anak-anak pengungsi banjir bandang Sentani
Kisah banjir bandang Sentani: “Papi, saya takut air!”
Haryadi menyebutkan banjir akibat hujan deras selama sehari pada 17 Maret lalu menerjang hampir di 17 kecamatan se-Bantul. Selain menggenangi rumah dan fasilitas umum di Bantul selatan, banjir juga menerjang kolam-kolam budi daya ikan.
Dia mengatakan, kelompok pembudidaya perikanan terdampak banjir yang diperparah dengan luapan sungai itu tersebar di beberapa kecamatan, misalnya di wilayah Kecamatan Sewon, Kretek wilayah Bantul selatan lainnya.
“Kelompok yang terdampak ini tersebar di empat kecamatan, kira-kira kalau ditaksir kerugiannya kurang lebih sebesar Rp 250 jutaan, karena hanya ikan-ikan yang hilang,” kata Pulung menjelaskan.
Baca juga : Banjir di Perum BTN Gajah Mada, Bupati Jayapura: Developer harus tanggung jawab.
Mahasiswa Puncak dan Yahukimo serahkan bantuan kepada korban banjir Sentani
Meski begitu, Haryadi memastikan bencana alam yang merugikan kelompok pembudidaya perikanan itu tidak memengaruhi persediaan benih ikan di Bantul. “Sebab yang hanyut mayoritas ikan sudah umur dewasa,” katanya.
Dia mengatakan kelompok perikanan yang terdampak bencana itu akan diupayakan mendapat pendampingan dari dinas agar tetap bersemangat melanjutkan kegiatan di sektor perikanan tersebut.
“Nanti di (anggaran) perubahan, tapi bentuknya subdisi, kalau kita tidak menggunakan dana tidak terduga, tapi di perubahan nanti kita catat dan kita berikan pelatihan dan sekolah lapang,” kata Haryadi menjelaskan. (*)
Editor : Edi Faisol
