Australia dan Indonesia pulihkan hubungan militer

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapuran, Jubi – Australia dan Indonesia akhirnya pulihkan sepenuhnya hubungan militer dan setuju bergerak maju setelah insiden terakhir terkait West Papua.

Presiden Joko Widodo baru saja akhiri kunjungan kenegaraan pertamanya ke Australia setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Malcolm Turnbull.

Kunjungan itu menandai semakin dekatnya hubungan kerja militer antar dua negara itu.

Indonesia sempat menangguhkan hubungan kerjasama militernya dengan Australia awal tahun ini akibat penemuan material yang dianggap “menghina” Indonesia di pangkalan Pasukan Khusus Australia di Perth dimana pasukan Indonesia sedang dilatih.

Material itu dikatakan berupa poster yang menyentuh persoalan sensitif menyangkut kehendak kemerdekaan West Papua, dalam kaitannya dengan Pancasila.

Di akhir minggu lalu pembicaraan antara Turnbull dan Joko Widodo menegaskan kembali dukungan Australia terhadap kedaulatan Indonesia atas West Papua.

Kerjasama pertahanan, pelatihan dan pertukaran kemiliteran lainnya antar dua negara kini sudah sepenuhnya dipulihkan, demikian menurut kedua pemimpin itu.

Lebih jauh, kedua negara juga setuju meluaskan kerjasama maritimnya terkait perlindungan perbatasan dan penangkapan ikan ilegal.

Terpisah, Duta United Liberation Movement for West Papua untuk kasawan Pasifik, Akabou Amatus Douw mengatakan sensitivitas Indonesia atas material pelatihan itu tidak pada tempatnya.

Menurut Amatus Douw  justru berguna untuk member pelajaran pada tentara Indonesia terkait hukum internasional dan Hak Azasi Manusia.

Douw mendesak Canberra untuk mengirim tim pencari fakta ke West Papua guna menginvestigasi klaim pelanggaran HAM oleh militer Indonesia yang telah berlangsung puluhan tahun.

Namun demikian, Australia tampak tidak punya niat untuk menekan Jakarta terkait isu-isu Papua, dan justru memprioritaskan kerjasama perdagangan dan militernya dengan Indonesia.(*)

Related posts