Papua No.1 News Portal | Jubi
Port Moresby, Jubi – Phyonna Silikara Gangloff adalah seorang atlet jawara olahraga squash Papua Nugini. Sehat dan bugar, ibu dari dua anak itu berusia 37 tahun dan menjalani hidupnya seperti biasa hingga 14 hari yang lalu.
Ia adalah salah satu orang yang, dengan vokal, menentang vaksin covid-19 dan mengaku bahwa dia telah berhasil meyakinkan banyak orang di kota terbesar kedua di PNG, Lae, dan kerabatnya di seluruh pelosok PNG agar tidak menerima vaksinasi.
Tapi sekarang keadaan telah berubah.
Dalam 14 hari, dia telah berubah dari seorang juru kampanye anti-vaksin menjadi pendukung vaksin.
Pusat penanggulangan Covid-19 di negara itu telah menerima informasi minggu ini tentang masalah kesehatannya dan kampanye agar orang-orang PNG mau menerima vaksinasi.
Menurut laporannya, Gangloff merasa tidak enak badan and memutuskan untuk pergi memeriksakan dirinya. Pemeriksaaan itu mengubah hidupnya, ia ditemukan dia positif covid-19.
Sekarang ia harus berjuang untuk mempertahankan hidupnya, dia pun membagikan videonya.
“Ini sudah hari ke-14, saya masih di sini. Hal tersulit yang saya alami adalah sangat sulit bagi saya untuk bernapas.
“Sebelum tertular, ayo terima vaksinasi,” tegasnya setelah terkena covid-19.
Permohonannya itu dibagikan sementara pihak berwenang juga berupaya untuk meningkatkan desakan bagi orang-orang Papua Nugini untuk menerima vaksinasi terhadap Covid-19 sebelum penyakit itu merobohkan seluruh sistem pelayanan kesehatan, menewaskan lebih banyak orang.
Dokter-dokter Rabu kemarin mendesak orang-orang PNG untuk mengabaikan mitos dan berita palsu tentang vaksin dan segera menerima suntikan vaksin, untuk bukan hanya melindungi hidup mereka, tetapi juga untuk mencegah agar situasi yang menyebabkan tekanan besar pada sistem kesehatan negara itu dapat dihentikan.
“Saat ini kami mengalami lonjakan varian Delta Covid-19 di masyarakat kami,” ungkap dr. Arnold Waine, yang memiliki klinik pribadinya sendiri.
“Dari pasien harian yang masuk ke RSU Port Moresby, rata-rata 75% karena positif terkena covid-19. Sebagian besar pasien yang harus dirawat adalah mereka yang belum divaksin,” ungkapnya.
Untuk negara dengan populasi lebih dari delapan juta orang, hanya 61.221 orang yang telah menerima vaksinasi lengkap, jumlah ini termasuk 4.085 tenaga kesehatan, 21.157 orang di atas 45 tahun, dan 814 orang dengan morbiditas.
Ada tiga vaksin covid-19 yang telah diizinkan oleh pemerintah PNG – AstraZeneca, Pfizer, dan Sinopharm. Saat ini, PNG baru menggunakan Sinopharm dan AstraZeneca. Keduanya diberikan secara cuma-cuma di rumah-rumah sakit. Vaksin yang ketiga, Johnson & Johnson, masih disiapkan. (PNG Post-Courier)
Editor: Kristianto Galuwo






