Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Duta Besar China untuk ASEAN Huang Xilian menilai bahwa ASEAN akan selalu menjadi partner strategis untuk mengembangkan berbagai macam hal yang dapat memberikan kesejahteraan bersama dan saling menguntungkan.
"China akan terus melihat ASEAN dengan prioritas tinggi dan bekerja untuk mendongkrak kerja sama strategis," ujar Dubes Huang dalam seminar peringatan 15 tahun Kerja Sama China-ASEAN di Jakarta, Senin, (9/4/2018).
Menurut Dubes Huang, kerja sama China-ASEAN merupakan sebuah perjalanan kerja sama yang memberikan keuntungan bagi kedua pihak, salah satunya melalui pengukuhan perjanjian perdagangan pada tahun 2010 yang menjadi pendorong terbesar pada hubungan ekonomi.
Ia memaparkan, melalui perjanjian tersebut nilai perdagangan kedua pihak melonjak dari Rp759 triliun menjadi sekitar Rp7.000 triliun pada tahun 2017, atau meningkat hampir 10 kali lipat dalam jangka waktu 15 tahun.
Selain itu, total nilai investasi langsung dua arah mencapai Rp2.700 triliun secara keseluruhan, belum lagi ditambah dengan jumlah kunjungan pada tahun 2017 yang mencapai 49 juta orang dan pertukaran pelajar yang mencapai 200 ribu orang.
"China menjadi mitra perdagangan terbesar dalam sembilan tahun terakhir, dan ASEAN menjadi yang ketiga di China tujuh tahun berturut-turut. Model kerja sama yang saling menguntungkan kini sudah mulai terlihat," katanya menambahkan.
Kedua pihak juga mendapat keuntungan dari pranata perdagangan yang terbuka dan bebas.
Pasca deklarasi bersama antara ASEAN dan China dalam kerja sama strategis yang ditandatangani pada pertemuan tingkat tinggi ke-7 ASEAN-China pada Oktober 2003 di Bali, kedua pihak melanjutkan hubungan dengan peningkatan dalam sejumlah bidang seperti politik dan keamanan, anti-korupsi, penanganan bencana, hingga bidang kesehatan dan perlindungan lingkungan.
Dalam peringatan 15 tahun kerja sama strategis ini, kedua pihak juga sepakat untuk terus bekerja keras demi kesejahteraan kawasan melalui visi rekanan yang strategis.(*)