Arena baseball dan softball siap digunakan dalam PON XX Papua

Arena PON XX Papua
Lapangan baseball PON XX Papua di kawasan Pangkalan TNI AU Silas Papare. - Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Sejumlah empat arena baseball dan softball yang dibangun di dua lokasi terpisah telah rampung dan siap digunakan dalam Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua. Keempat arena baseball dan softball itu tengah dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor pelaksana hingga akhir Februari mendatang.

Untuk penyelenggaraan PON XX Papua, pemerintah membangun empat lapangan baseball dan softball di dua lokasi berbeda. Sejumlah dua venue baseball dan softball dibangun di kawasan Kampus Universitas Cenderawasih, dan dua venue lainnya dibangun di kawasan Pangkalan TNI AU Silas Papare, Kabupaten Jayapura.

Read More

Sekretaris Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua, Idris Salama menyatakan pihaknya tengah menunggu serah-terima keempat arena itu dari kontraktor pelaksana. “Pekerjaan fisiknya sudah selesai. Kami tinggal tunggu proses penyerahan dari pihak ketiga, [yaitu PTNindya Karya] kepada pemerintah daerah,” ujar Salama saat dihubungi melalui panggilan telepon di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (3/2/2021).

Baca juga: KONI optimis PON XX bisa digelar meski tanpa penonton

Secara terpisah, Site Engineer Manager PT Nindya Karya (Persero), Sophian Badollahi menyatakan pembangunan empat arena baseball dan softball PON XX Papua itu dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Papua 2019 senilai Rp167,68 miliar. Luas kompleks arena baseball dan softball yang dibangun di Kampus Universitas Cenderawasih mencapai 60.000 meter persegi, sementara luas arena dibangun di Pangkalan TNI AU Silas Papare mencapai 48.906,21 meter persegi.

Sophian menyatakan dua arena baseball dan softball di Pangkalan TNI AU Silas Papare nantinya akan digunakan untuk mempertandingkan babak final kedua cabang olahraga itu. Sophian menyebut dua arena di sana merupakan arena baseball dan softball berstandar internasional, dan memenuhi syarat untuk menggelar kompetisi tingkat dunia.

“Secara desain struktur bangunan, [dibandingkan dengan] semua lapangan softball dan baseball di indoensia, ini yang terbaik. Ukuran lapangannya sesuai dengan ukuran dari federasi kedua olahraga tersebut. Rumput [yang dipakai di lapangan itu berjenis] zoysia japonica, jenis rumput yang sering digunakan saat kejuaraan dunia,” ucapnya.

Arena itu juga memiliki fasilitas pendukung seperti ruang steering committee, ruang pencatatan skor, ruang medis, ruang pemanasan, dan ruang VIP. “Fasilitas seperti itu tidak dimiliki venue lain di luar papua,” pungkasnya.

Arena lain dikebut

Pemerintah terus memacu pembangunan berbagai arena yang akan digunakan dalam PON XX Papua. Ada sejumlah arena yang telah rampung dibangun, namun ada pula arena yang masih dalam tahap pembangunan.

Menurut Idris Salama, pembangunan arena hoki indoor, hoki lapangan, dan kriket juga telah selesai. Sementara perkembangan pembangunan arena menembak telah mencapai 65 persen dari total pekerjaan.

Salama menjelaskan, jika berbagai arena PON XX Papua itu telah diserahterimakan dari kontraktor pelaksana kepada pemerintah daerah, maka perawatan arena itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.  “Setelah diserahkan kepada pemerintah daerah, proses pemeliharaan dan pekerjaan lain akan menjadi kewenangan pemerintah daerah,” jelasnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts