KONI optimis PON XX bisa digelar meski tanpa penonton

Papua
Ilustrasi PON XX Papua / Internet

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat optimistis jika perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, Oktober tahun ini bakal terlaksana meskipun dengan adanya opsi digelar tanpa penonton karena mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengatakan berkaca pada situasi pandemik yang belum juga mereda di Indonesia, semua pihak perlu duduk bersama untuk mencari solusi atau jalan keluar agar agenda olahraga yang sudah terjadwalkan di tahun ini, termasuk PON XX di Papua tetap bisa terlaksana.

Read More

Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan saling bersinergi dengan para pemangku kebijakan, dirinya menyebut, agenda olahraga yang sudah dijadwalkan pasti bisa berjalan.

“Harapan ini tentunya bukan tanpa alasan. Kita melihat iven di beberapa negara sahabat bisa digelar dengan baik. Kita perlu menyatukan pendapat antara penyelanggara iven olahraga, KONI Pusat, Komisi X DPR RI dan Kemenpora untuk duduk bersama mencari jalan keluar, karena menghentikan kegiatan itu bukan solusi,” ujar Norman dalam webinar yang digelar SIWO PWI Pusat, Rabu (3/2/21).

“Apakah PON pasti akan digelar dimasa pandemik ini, yah tergantung juga. Tapi saya optimis bisa dilakukan dengan atau tanpa penonton kalau dikoordinasikan dengan para pemangku kebijakan. Kita tidak boleh menyerah tapi cari solusi, prinsipnya kita juga harus prioritaskan keselamatan pelaku olahraga juga, mereka harus yakin keamanan mereka terjamin, apakah harus divaksinasi dulu atau prokes yang berlaku sekarang,” sambungnya.

Ia menambahkan, agar agenda PON XX tetap bisa berjalan sesuai jadwal, dirinya mengatakan yang perlu dilakukan saat ini ialah meyakinkan semua pihak untuk bisa menggelar iven dengan aman, dan memenuhi semua persyaratan yang berlaku di tengah pandemik.

“Kalau sudah begitu, saya yakin pemerintah dalam hal ini pihak kepolisian juga akan memberikan izin. Saya berharap besar pada Kapolri yang baru dan juga Menpora dengan dukungan Komisi X DPR RI, juga termasuk standar apa yang harus kita penuhi agar kita bisa penuhi bersama dan agenda olahraga bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengakui jika situasi pandemi Covid-19 telah memberikan dampak negatif bagi aktivitas olahraga di Indonesia.

“Memang situasi Covid-19 ini sangat berdampak pada olahraga kita di semua jenjang. Sehingga tidak ada aktivitas sama sekali, bahkan kegiatan Car Free day juga tidak ada,” akunya.

Kata Menpora Amali, dengan adanya opsi tanpa penonton dan menerapkan protokol kesehatan ketat, niscaya agenda olahraga di Indonesia termasuk PON XX bisa terlaksana sebagaimana mestinya.

“Yang saat ini berada dalam TC kami masih izinkan berjalan, tapi dengan protokol kesehatan yang ketat seperti bulutangkis, angkat berat, bola basket dan lainnya. Belum lagi para atlet yang tengah dalam persiapan menjelang PON. Pertandingan tanpa penonton itu kalaupun bisa juga harus melalui prokes ketat seperti Swab PCR dan secara rutin harus di tes. Begitu ada yang kena, langsung dikeluarkan,” pungkas Menpora. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts