Papua No.1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG melaporkan adanya gempa susulan dengan Magnitudo 5,0 kembali di Majene, Sulawesi Barat, pada Sabtu (16/1/2021). Gempa terjadi pada pukul 06.32 WIB terletak di 2.89 lintang selatan, 119.93 bujur timur atau 20 kilometer timur laut Majene.
“Gempa dilaporkan terjadi berada pada kedalaman 10 km. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,” tulis pernyataan BMKG di akun @infoBMKG, Sabtu, (16/1/2021)
Berita terkait : Korban meninggal gempa Sulsel mencapai 43 jiwa
Gempa magnitudo 6,2 di Sulbar, getaran kecil masih dirasakan warga
Gempa magnitudo 6,2 di Sulbar tewaskan warga, kantor gubernur ambruk
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majene menginformasikan belum ada laporan terkait dampak gempa susulan itu.
Belum ada pula keterangan lebih lanjut mengenai gempa tersebut. Namun, guncangan ini terjadi sehari setelah gempa Magnitudo 6,2 meluluhlantakkan Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1/2021).
BMKG sebelumnya menyampaikan gempa Magnitudo 6,2 di Majene merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake. Pusat gempa dilaporkan berada di 6 kilometer laut Majene dengan kedalaman 10 km.
Gempa tersebut akibat aktivitas sesar atau patahan lokal di kawasan tersebut. Gempa bumi dangkal merupakan gempa yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan laut. Gempa jenis itu sering menimbulkan kerusakan yang besar.
Gempa Magnitudo 6,1 di Majene ini merupakan gempa susulan dari gempa pada Kamis (14/1/2021), sekitar pukul 13.35 WIB dengan magnitudo 5,9. (*)
CNN Indonesia
Editor : Edi Faisol






