Papua No.1 News Portal
Sentani,Jubi – Ondofolo Kampung Sereh, Yanto Eluay menegaskan, pemberian nama Bandar Udara Sentani dengan nama Dortheys Hiyo Eluay, tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.
Menurutnya, apa yang telah diberikan oleh negara telah diperhitungkan dengan sebaik mungkin, dan sebagai ahli waris, pihaknya mengapresiasi dan turut mendukung atas penggunaan nama Dortheys Hiyo Eluay sebagai nama Bandara di Sentani.
“Pemberian nama Theys Hiyo Eluay sebagai nama Bandara di Sentani, beberapa waktu lalu mendapat tekanan dari Dewan Adat Suku Sentani ( DASS), termasuk Kapolda Papua yang menyebutkan nama Dortheys Eluay ada dalam catatan Kepolisian.
“Sebanyak 99,9 persen jiwa Theys Eluay adalah merah putih, dia juga ( Theys) merupakan pejuang Pepera pada 1969, yang turut melobi dan berupaya agar Irian Barat (Papua) tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Yanto juga mempertanyakan nama ayah kandungnya dalam catatan kepolisian yang disebutkan oleh Kapolda.
Baca Juga:
Bupati Jayapura: Nama Theys Eluay jangan dipolitisasi
“Kita masih ada dalam bingkai negara Indonesia, dan penghargaan ini diberikan oleh negara kepada salah satu tokoh adat yang dimiliki oleh masyarakat Papua. Semua bandara di Indonesia menggunakan nama seorang pahlawan, tetapi di Sentani nama seorang tokoh adat,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, figur dan ketokohannya yang penting, Dortheys Eluay sosok yang kharismatik dan disegani oleh semua masyarakat di Papua.
“Sebagai tokoh adat, penyematan namanya di Bandara sudah sangat tepat dan akan memotivasi generasi muda kita. Semoga ada Theys-Theys lainnya yang muncul dari negeri ini,” kata Bupati.
Dikutip dari media papuasatu.com edisi (23/10/2020) Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw akui, pihaknya juga mempertanyakan terkait pergantian nama bandara udara dari Bandar Udara Sentani menjadi Bandar Udara Dortheys Hiyo Eluay.
“Kami mempertanyakan, kok bisa? Dortheys Hiyo Eluay dalam catatan kepolisian dan juga kami aparat keamanan, beliau bukanlah seorang pejuang Indonesia,” tukasnya. (*)
Editor: Syam Terrajana






