90 Orang Mama Papua Kehilangan Pekerjaan

Kepala Distrik Wamena Kota, Lince Kogoya - Jubi/Wesai H.
Kepala Distrik Wamena Kota, Lince Kogoya – Jubi/Wesai H.

Wamena, Jubi – Sebanyak 90 orang mama Papua terpaksa kehilangan pekerjaannya sebagai tukang sapu jalan di Wamena, Jayawijaya.

Hal itu karena Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tidak lagi mengalokasikan APBD tahun anggaran 2016 untuk dana kebersihan.

“Ibu kepala distrik bilang dana sudah tidak ada lagi. Jadi, kita sudah tidak sapu-sapu lagi di kota (Wamena). Katanya tahun ini tidak ada uang,” kata seorang mama, HM ketika ditemui Jubi awal pekan ini.

Kepala Distrik Wamena Kota Lince Kogoya membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan tahun ini pemerintah tidak mengalokasikan dana kebersihan kota sebagaimana sebelumnya.

“Terutama honor mama-mama tukang sapu yang sudah disediakan pemerintah kabupaten setiap tahun. Kita tahun ini tidak ada anggaran. Dana kebersihan di RT/RW juga tidak muncul,” kata Lince.

Selain itu pembersihan badan jalan yang biasanya dilakukan organisasi masyarakat dan gereja juga tidak dianggarkan tahun 2016. Padahal hal ini sangat membantu karena masyarakat atau pihak gereja sering menawarkan diri untuk bekerja dan mencari dana gereja melalui pekerjaan tersebut. Menurut Lince tiadanya anggaran dana kebersihan ini menjadi satu kemunduran terutama terhadap visi menjadikan Wamena sebagai Taman Eden.

“Hati saya menangis sampai mau lepas jabatan. Saya kecewa. Kenapa Kota Wamena yang kita banggakan Kota Dani (Damai Aman Nyaman dan Indah) ini mundur karena tidak ada dana. Dinas kebersihan juga tidak ada dana ini. Lalu siapa yang nanti bersihkan kota ini? Mama-mama tapi kita mau bayar pakai apa?” katanya.

Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo ketika dikonfirmasi Jubi mengaku pihaknya tak mengalokasi dana kebersihan tahun ini. Penyusunan APBD 2016 dianggap digiring kelompok kepentingan tertentu.

“Ya itu kesalahan kita, to? Kesalahan posting anggaran kita yang salah, saya tidak tahu saya mau bilang siapa yang salah. Tapi sebenarnya saya mau bilang bahwa kita sebenarnya tidak rasional untuk posting anggarannya, yang lebih membutuhkan itu tidak dimasukkan,” kata Wetipo.

“Penyusunan anggaran APBD itu dianggap digiring dengan kepentingan kelompok tertentu, itu yang tidak boleh terjadi saya tidak suka yang begitu,” lanjutnya.

Maka dari itu ia mengharapkan agar dana kebersihan dianggarkan di APBD perubahan tahun ini untuk mendorong mama-mama Papua melanjutkan pekerjaannya sebagai tukang sapu jalan. (Wesa H.)

Related posts