
Wamena, Jubi – Pada perayaan HUT ke-62 tahun Injil masuk Jayawijaya, 20 April 1954 – 20 April 2016 Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meminta kepada warga agar meninggalkan kebiasaan buruk dan fokus membangun kabupaten itu bersama pemerintah.
“Kebiasaan buruk; mabuk atau apapun, mari kita tinggalkan! Kita fokus kedepan supaya kita bangun Jayawijaya ini lebih baik lebih bermartabat, lebih berkualitas untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Jayawijaya, John Wempi Wetipo di Wamena, Selasa (19/4/2016).
Menurut dia usia 62 tahun merupakan usia yang luar biasa. “Dan saya pikir hanya lewat Injil kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk kita berkarya membangun dinegeri ini,” katanya.
Saat yang sama ia mengucapkan selamat atas HUT masuknya Injil di daerah yang dipimpinnya.
Pada 62 tahun lalu tiga penginjil, Pendeta Miron Bromley, Pendeta Mikail Seon dan Pendeta Elisa Gobay bersama rombongan mendarat pertama kali di muara kali Mini yang kini dikenal dengan kampung Minimo, Lembah Baliem, Jayawijaya.
Dari situ Injil menyebar ke seluruh pelosok Jayawijaya dan pegunungan tengah Papua lainnya. Oleh karena itu, Rabu (20/4/2016), jemaat Jayawijaya pun merayakan hari bersejarah itu dengan menggelar ibadah syukur.
Ketua panitia lokal HUT Pekabaran Injil, Yerry Himan mengatakan, “Yang terpenting bagi kami sebagai tuan acara adalah ibadah syukur di tempat pendaratan pertama di Kampung Minimo. Konsumsi dan lainnya kita utamakan undangan.” (Wesai H.)