
Jayapura, Jubi – Sebanyak 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan provinsi Papua mengikuti diklat Akuntansi Keuangan Daerah (AKD) yang digelar Badan Pendidikan dan Pelatihan mulai Senin (9/5) sampai dengan Jumat (13/5/2016).
Gubernur Papua Lukas Enembe melalui Staf Ahli Bidang Kesejahteraan dan Sosial Ekonomi, Rosina Upessy mengatakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah provinsi (Pemprov) dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang bersih berbasis akrual.
“Pendidikan dan pelatihan merupakan urat nadi dalam penyelenggaraan program dan kegiatan bagi setiap SKPD terutama dalam sistem keuangan berbasis akrual,” kata Rosina di Jayapura, Senin (9/5/2016).
Untuk wujudkan hal itu, ujar Rosina, diperlukan peran dari berbagai unsur terkait, dimana salah satunya adalah SDM pengelola keuangan daerah yang berkompeten dalam bidang tugasnya dan memiliki kepribadian yang jujur dalam menerapkan setiap ketentuan dan peraturan yang berlaku agar tidak menyalahgunakan wewenang yang dimilikinya.
Oleh karena itu, dirinya berharap melalui diklat AKD, seluruh peserta yang merupakan pengelola keuangan pada setiap SKPD di lingkungan Pemprov Papua bisa mendapat pengetahuan lebih tentang pengelolaan anggaran berbasis akrual.
“Dengan demikian, pengelolaan keuangan daerah di lingkungan Pemprov Papua berjalan efektif, efisien, transparan dan akuntabel dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Diklat Provinsi Papua Zakarias Giay menjelaskan, penyelenggaraan diklat AKD bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur di bidang akuntansi keuangan daerah, sekaligus keterampilan dan penguasaan teknis.
“Saya harap peserta yang hadir bisa mengikuti kegiatan dengan baik mengingat pelatihan ini merupakan upaya peningkatan pengelolaan keuangan daerah penyelenggaraan program dan kegiatan bagi setiap SKPD,” kata Giay. (*)




