
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Distrik Kurik, Martinus Ndiken, mengingatkan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Merauke agar tidak hanya membeli gabah, tetapi juga beras petani.
“Memang petani sangat keberatan ketika Bulog hanya membeli gabah. Karena harganya yang tidak sesuai dan tentu petani merasa dirugikan,” kata Martinus saat dihubungi Jubi melalui telpon selulernya, Selasa (28/4/2020).
“Kita juga sudah pasti tak mendapatkan dedak untuk makanan bagi ternak serta menir ketika hanya dijual gabah,” tegasnya.
“Selain itu petani akan membeli karung dalam jumlah sangat banyak. Karena satu lembar karung harganya Rp 5.000. Tentunya harus menyiapkan dana untuk membeli, belum lagi dengan yang lain,” sambungnya.
Martinus juga keberatan dengan harga gabah yang dibeli dari petani dengan harga Rp 4.200/kg. Harusnya dinaikkan hingga Rp4.500, sehingga bisa ada sedikit keuntungan yang didapat petani.
Kabulog Sub Divre Merauke, Jabiruddin, mengatakan pemberlakuan untuk pembelian gabah dari petani adalah keputusan dari pusat, bukan kebijakan daerah.
“Jadi kami di daerah hanya menjalankan dengan melakukan pembelian gabah petani,” ungkapnya. (*)
Editor: Dewi Wulandari





