KTNA ingatkan Bulog Merauke tak hanya beli gabah petani

Gabah petani yang telah dikemas dalam karung – Jubi/Frans L Kobun
Gabah petani yang telah dikemas dalam karung – Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Distrik Kurik, Martinus Ndiken,  mengingatkan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Merauke agar tidak hanya membeli gabah, tetapi juga beras petani.

Read More

“Memang petani sangat keberatan ketika Bulog hanya membeli gabah. Karena harganya yang tidak sesuai dan tentu petani merasa dirugikan,” kata Martinus saat dihubungi Jubi melalui telpon selulernya, Selasa (28/4/2020).

“Kita juga sudah pasti tak mendapatkan dedak untuk makanan bagi ternak serta menir ketika hanya dijual gabah,” tegasnya.

“Selain itu petani akan membeli karung dalam jumlah sangat banyak. Karena satu lembar karung harganya Rp 5.000. Tentunya harus menyiapkan dana untuk membeli, belum lagi dengan yang lain,” sambungnya.

Martinus juga keberatan dengan harga gabah yang dibeli dari petani dengan harga Rp 4.200/kg. Harusnya dinaikkan hingga Rp4.500, sehingga bisa ada sedikit keuntungan yang didapat petani.

Kabulog Sub Divre Merauke, Jabiruddin, mengatakan pemberlakuan untuk pembelian gabah dari petani adalah keputusan dari pusat, bukan kebijakan daerah.

“Jadi kami di daerah hanya menjalankan dengan melakukan pembelian gabah petani,” ungkapnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts

Leave a Reply