
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deiyai melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran berinisiatif menggelar Ujian Nasional tingkat SMP, SMA dan SMK pakai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Selama ini pihaknya melaksanakan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Kepala Dinas P dan P Kabupaten Deiyai, Piter Adii mengatakan awalnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut merencanakan empat sekolah yang mengikuti UNBK jenjang SMP terdiri dari SMP Negeri 1 Tigi, dan SMP YPPK Waghete. Sedangkan jenjang SMA/SMK terdiri dari SMA Negeri 2 Tigi dan SMK Negeri 1 Tigi.
Menurut Adii, setelah dikonfirmasi ke sekolah, SMA Negeri 2 Tigi bersedia ikut UNBK sedangkan tiga sekolah belum siap. Tahun 2019 Direktorat Jenderal Pendidikan Katolik mengharuskan SMAK Aweidabi Deiyai untuk mengikuti UNBK bertempat di SMP YPPK Waghete.
“Ujian Nasional tahun 2020 Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai merencanakan untuk menambahkan delapan sekolah baru yang akan melaksanakan UNBK. Itu terdiri dari empat SMP, dua SMA, dan dua SMK. Sehingga di Kabupaten Deiyai SMA dan SMK semua sudah UNBK tahun 2020,” ujar Piter Adii kepada Jubi, Selasa, (8/10/2019).
Sedangkan SMP yang berada di Distrik Tigi, kata Adii akan menggelar UNBK tahun 2020, pihaknya hanya menunggu persetujuan dari Kepala SMP, SMA, dan SMK sebagai tempat pelaksana UN, jika kepala sekolah dan guru-guru di sekolah tidak setuju untuk melaksanakan UNBK di sekolah Dinas Pendidikan tidak bisa memaksakan sekolah untuk harus laksanakan UNBK.
Ia menjelaskan 10 sekolah yang bersedia ikut UNBK, di antaranya SMA Negeri 1 Deiyai, SMA Negeri 2 Deiyai, SMA Negeri 4 Tigi Barat, SMA YPPGI Waghete, SMAK Aweidabi Deiyai, SMK Negeri 1 Deiyai, SMK Kesehatan Deiyai, SMP Negeri 1 Tigi, SMP YPPK Waghete, SMP YPPGI Bomou dan SMP Negeri 1 Tigi Barat.
Sekretaris Dinas P dan P Deiyai, Setya Budi mengungkapkan, untuk menunjang pelaksanaan UNBK tahun 2020 pihaknya siap menfasilitasi sekolah sehingga pelaksanaan UNBK dapat berjalan aman dan lancar. Ia juga menyarakan pihak sekolah bisa berkoordinasi dengan OPD tersebut.
“Saat persiapan dan pelaksanaan UNBK jika sekolah mengalami kendala akan dibantu oleh koordinator teknis Kabupaten Deiyai,” ujarnya.
Koordinator teknis Kabupaten Deiyai, Martinus Pekei mengatakan, pihaknya siap membantu 10 sekolah mulai dari persiapan jaringan LAN, aplikasi UNBK seperti server dan client hingga puncak pelaksanaan UN.
“Mudah-mudahan delapan kepala sekolah menyetujui UN tahun 2020 siap melaksnakan UNBK. Proktor dan teknisi di sekolah, kami akan siapkan dari tenaga operator sekolah yang ada di kabupaten Deiyai,” kata Pekei. (*)
Editor: Syam Terrajana






