16 warga Nabire klaster Gowa akan jalani rapid test COVID-19 

Ilustrasi pemeriksaan sampel darah - Pexels.com
Ilustrasi pemeriksaan sampel darah – Pexels.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Sebanyak 16 warga Nabire yang kembali dari Manokwari, Minggu (12/4/2020), melalui jalur laut, akan diperiksa dengan rapid test Covid-19.

Read More

Keenambelas orang peserta Ijtima Tabligh Gowa, Sulawesi Selatan, itu kini berada dalam pengawasan Satgas Covid-19 Nabire untuk kembali diminta melakukan isolasi mandiri.

“Jadi 16 orang yang baru masuk dengan kapal ini termasuk rombongan yang ikut KM Tidar dari Makassar. Mereka warga Nabire,” ungkap juru bicara Satgas Covid-19 Nabire, Frans Sayori, kepada Jubi melalui sambungan telpon, Senin (13/4/2019).

Mereka yang datang tersebut telah melewati pemeriksaan awal oleh satgas, seperti suhu tubuh. Menurut Sayori satgas saat ini akan lebih fokus melakukan pemeriksaan menyeluruh pada kluster baru dari Gowa ini.

“Jadi ini memang klaster khusus. Bersedia atau tak bersedia (periksa ulang) prinsipnya harus atau kami paksa,” ujar Sayori.

Menurut keterangan rombongan yang datang itu, mereka telah menjalani isolasi di Manokwari, dan sudah mendapat pemeriksaan kesehatan di sana.

“Ada suratnya juga. Tapi saat masuk ke Nabire mau dari manapun, sesuai prosedur yang ada kita periksa ulang dengan rapid test,” lanjut Sayori.

Kedatangan keenambelas orang warga ini sontak membuat ‘ramai’ warganet di media sosial facebook dengan beragam respons bernada khawatir. Apalagi rombongan adalah  bagian dari klaster Gowa yang telah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Papua.

Namun Jubir Covid-19 Nabire yang juga menjabat sebagai Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinkes Nabire ini mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan mengandalkan pendekatan medis.

“Masyarakat boleh usul atau ribut kiri kanan tapi secara klinis kan dokter yang tahu. Patokan kita tetap dari pantauan keluhan dan gejala sesuai pedoman penanganan Covid-19 ini,” ujarnya.

“Sesuai hasil pemeriksaan darah nanti (melalui rapid test), jika mungkin ada yang menunjukkan virus dalam keadaan aktif (positif), tentu kita akan segera tindak lanjuti (dengan tes swab),” lanjutnya.

Sayori secara khusus mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri diluar pantauan satgas.

“Jangan sampai ada tindakan seperti membakar rumah, mengejar, atau mengintimidasi mereka. Jangan juga kita membuat suasana yang memanas-manasi,” kata dia.

Frans Sayori juga mengatakan tindakan yang dilakukan satgas sesuai pedoman penanganan pandemi Covid-19.

“Mereka dipantau untuk melakukan isolasi diri dan sesuai jadwal setiap Rabu melakukan pemeriksaan darah. Mereka sudah tandatangani (surat persetujuan) untuk siap dipantau hari per hari. Kalaupun nanti ada gejala kita bisa mengambil tindakan-tindakan,” kata dia.

Di Kabupaten Jayapura, jumlah kasus positif Covid-19 bertambah dari klaster Gowa. Satu keluarga dikonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan kontak dengan pasien positif lainnya yang menjadi peserta acara Ijtima Tabligh Gowa.

“Waktu penjemputan terhadap anak-anaknya (untuk dirawat di Yowari), Y-30 sedang bekerja dan dalam kondisi sehat (tanpa gejala covid-19). Setelah di-screening, ternyata (yang bersangkutan) positif (terinfeksi covid-19),” kata Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Jayapura, Khirul Lie, Kamis (9/4/2020). (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts

Leave a Reply