
Papua No. 1 News Portal | Jubi
Merauke, Jubi – Sebanyak 13 petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke disiagakan di penyeberangan Kumbe, Distrik Malind. Para petugas itu melaksanakan tugas membantu penyeberangan orang bersama kendaraan roda dua yang dibawa menggunakan belang.
Kepala penyeberangan Kumbe, Cornelis Marthen Upessy, kepada Jubi, Senin (23/12/2019), mengatakan siaga sudah berlangsung sejak H-4 dari tanggal 21-31 Desember 2019.
“Memang ada penambahan petugas, baik dari Pos Kelapa Lima serta beberapa teman lain dari Dishub Merauke. Kita telah mengatur jadwal untuk melakukan pengawasan baik di pos penyeberangan Kumbe I dan Kumbe II,” ungkapnya.
“Biasanya sekali jaga empat orang, dua di Kumbe satu dan dua lainnya di tempat penyeberangan Kumbe II. Nanti tanggal 26 Desember, personil akan ditambah lagi untuk mengantisipasi jangan sampai banyak warga menyeberang dari kota ke distrik dan sebaliknya termasuk ke Kabupaten Mappi,” ungkapnya.
Dijelaskan, tugas yang dilaksanakan yakni mengawasi laju harian rata-rata (LHR). Tahun ini terjadi penurunan kendaraan maupun orang menggunakan jasa penyeberangan Kumbe. Karena banyak dari Kepi, Kabupaten Mappi lebih memilih melalui jalur Asiki.
“Itu dikarenakan kondisi jalan menuju penyeberangan Bian hingga Kumbe mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya besar,” ungkapnya.
“Kami juga sering membantu mengangkat motor penumpang untuk dinaikan maupun diturunkan dari atas belang,” katanya.
Satu belang, katanya hanya mengangkut lima motor. Sedangkan harganya Rp25 ribu sekali berangkat. Jika belang dicarter, biasa dibayar Rp100 ribu. Itu pun tergantung kesepakatan antara penumpang bersama driver-nya.
Marlan (35), seorang warga Distrik Kurik, mengaku dirinya lebih memilih melalui penyeberangan Kumbe karena jaraknya lebih dekat, meskipun harus menyewa belang dengan harga Rp25 ribu untuk menyeberang.
“Kalau dengan jalur darat hingga Kurik, jarak tempuhnya sangat jauh. Sehingga banyak orang memilih melalui jalur penyeberangan,” ujarnya. (*)
Editor: Dewi Wulandari






