Wushu sanda PON Papua: Moria Monalu sabet emas

Papua-Moria Monalu dan pelatih
Pelatih wushu sanda Papua, Adriani Mandey, sedang memasang alas gigi kepada Moria Monalu saat bertanding di GOR Hiad Sai - Jubi/Frans L Kobun

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Merauke, Jubi – Moria Monalu, atlet wushu sanda (tarung bebas) Papua, akhirnya meraih medali emas setelah di final berhasil menumbangkan Kusumaningtyas dari Jawa Tengah, di Gor Hiad Sai Merauke, Minggu (3/10/2021).

Moria, satu-satunya atlet Papua cabang olahraga (cabor) wushu sanda dari  sembilan atlet yang diturunkan dalam perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di klaster Merauke, yang tembus hingga babak final dan berhasil memperoleh emas.

Read More

Kepada sejumlah wartawan usai bertanding, Moria menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan Yesus yang telah memberikann kekuatan kepadanya, hingga bisa menyumbangkan emas cabor wushu tarung bebas.

“Ini medali emas keempat yang saya dapatkan selama mengikuti PON. Meski sudah berusia 34 tahun, namun Tuhan masih terus bersama saya, hingga bisa bertarung di atas matras hari ini sekaligus mendapatkan emas,” ujarnya.

Dikatakan, kemungkinan ia akan bermain terakhir dalam hajatan PON XX, karena pertimbangan usia.

“Sekarang saya telah berusia 34 tahun dan tak mungkin bermain di tahun berikutnya. Karena sesuai aturan, batas usia 35 tahun sudah harus istirahat,” ungkapnya.

Meskipun tidak terjun lagi dalam dunia olahraga wushu, namun akan membuka sasana khusus untuk bisa melatih anak-anak muda sebagai penerus generasi berikutnya.

Baca juga: Wushu PON Papua: Hanya Moria Monalu yang melaju ke final

Pelatih kepala wushu sanda Papua, Adriani Mandey, mengatakan meskipun dari sembilan atlet yang diturunkan dan hanya satu masuk final hingga meraih emas, namun dirinya sudah melakukan terbaik selama melatih mereka sebelum PON XX dilangsungkan.

“Dengan kemenangan Moria Monalu hingga menyabet emas, agar kedepan muncul atlet wushu baru yang bisa terus berlatih sekaligus mempersiapkan diri untuk mengikuti PON berikutnya,” pinta dia.

“Setelah menjadi pelatih untuk cabor wushu ini, saya akan pulang ke daerah asal di Jakarta terlebih dahulu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Adriani menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat Papua yang telah memberikan dukungan penuh, sehingga satu atlet wushu  bisa meraih emas dalam hajatan PON XX. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts