Papua No. 1 News Portal | Jubi
Wamena, Jubi – Momentum peringatan hari jadi kota Wamena ke-62, 10 Desember 2018 di halaman kantor bupati Jawijaya, menjadi perayaan terakhir bagi Wempi Wetipo sebelum mengakhiri jabatannya sebagai bupati pada 18 Desember nanti.
Di momentum itu pula, Wetipo menitipkan dua program yang belum rampung dikerjakan kepada bupati dan wakil bupati terpilih, Jhon R. Banua dan Marthin Yogobi. Harapannya, program itu dapat dilanjutkan.
“Dua program yang belum diselesaikan itu yakni pembangunan Wio Silimo (Tugu Salib) dan penyelesaian Asrama Nayak di Jayapura,” kata Wetipo kepada wartawan usai upacara hari jadi kota Wamena.
Ia mengatakan, sejak dilantik menjadi bupati bersama Jhon Banua selama dua periode ini, keadaan Wamena di tahun 2008 sejak kepemimpinannya itu seperti apa, dimana masih banyak pembangunan yang belum dilakukan seperti saat ini.
“Coba jika mereka yang dilantik jadi bupati, belum tentu mereka akan bekerja lebih baik dari pada apa yang sudah kita lakukan dan kerjakan sampai hari ini,” ujar dia.
Dalam merintis bandara Wamena misalnya, dia menilai pesawat Boeing bisa masuk agar mempercepat proses pertumbuhan perekonomian di Wamena dan itu yang terjadi. Menurutnya harus diakui terobosan yang dilakukan Wamena, jadi barometer daerah di Pegunungan Tengah Papua.
Menurutnya, ini merupakan satu usaha yang dilakukan dalam usia 62 tahun. Ia pun yakin jika bupati terpilih, Jhon Richard Banua tahu persis apa yang akan dia lakukan karena selama 10 tahun ini, bersama-sama membangun Jayawijaya.
Ia juga meminta dukungan masyarakat Jayawijaya, khususnya dalam keamanan, supaya dapat menciptakan kondisi keamanan yang kondusif. Agar aktivitas ekonomi bisa berjalan, dan menjadikan Wamena menjadi kota jasa yang merupakan komitmen Wamena harus berinovasi.
Dalam situasi itu pun, ia menyampaikan duka mendalam dan rasa keprihatinannya akan kasus di Nduga dan berharap hal itu tidak terjadi di Kabupaten Jayawijaya. Ia berharap peran masyarakat sebagai orang yang beragama dan beriman serta melandaskan dengan Tuhan, maka harus merintis kabupaten ini kedepan harus lebih baik sesuai dengan Moto “Yogotak Hubukuk Motok Hanorogo”.
Bupati terpilih periode 2018-2023, Jhon Richard Banua mengungkapkan jika apa yang dititipkan oleh bupati kepadanya – jika dilihat secara administrasi pembangunan – Wio Silimo seharusnya selesai di akhir 2018. Sedangkan untuk asrama Nayak di Jayapura hal ini telah diselesaikan, dimana semuanya sudah rampung sampai dengan pemenuhan meubeler.
“Kami akan lihat lagi semua ini setelah pelantikan, jadi di Januari 2019 kita akan meresmikan asrama Nayak,’ ujar Banua.
Untuk persoalan lain baik mengenai penataan kota dan lain sebagainya di Jayawijaya, Banua akui hal itu telah menjadi catatan tersendiri bagi dirinya dalam kepemimpinan lima tahun mendatang.
“Apa yang sudah dijalankan selama 10 tahun ini sebagai wakil bupati, kekurangan yang ada sudah saya ketahui, sehingga untuk melanjutkan kekurangan beban bupati dan wakil bupati terpilih untuk menyelesaikan permasalahan yang selama ini belum diselesaikan, salah satunya kebersihan,” katanya. (*)
