Wartawan Papua diminta segera mendaftar peliputan PON

papua-gubernur-lukas-enembe
Wartawan mewawancara Gubernur Papua, Lukas Enembe, terkait kesiapan Papua sebagai tuan rumah PON – Jubi/Jean Bisay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Bidang Humas, Penyiaran, dan Pelayanan Media (PPM) Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua minta rekan-rekan jurnalis di Papua jangan acuh tak acuh menghiraukan pendaftaran peliputan PON Papua, yang akan digelar Oktber 2021 mendatang.

“PB PON XX Papua sudah resmi membuka pendaftaran wartawan sejak 1 Juli 2020 lalu. Teman-teman wartawan di Papua, mari silakan mendaftar. Bisa secara online lewat aplikasi yang tersedia, tetapi bisa juga secara offline,” ajak Wakil Sekretaris PB PON Papua Bidang Humas dan PPM, Kadkis Matdoan, kepada pers di Jayapura-Papua, Rabu (22/7/2020).

Read More

Kadkis Matdoan bilang prinsip realitas memprioritaskan wartawan di Papua terlibat langsung meliput PON sungguhpun keistimewaan itu jangan dipandang sebelah mata.

“Artinya, kami [humas dan PPM PB PON] mengutamakan, tetapi tolong kawan-kawan wartawan lokal Papua juga mengerti, jangan malas tahu. Mari mendaftar sehingga semua terdata baik untuk melakukan tugas jurnalistik,” ujarnya.

Azis, biasa akrab dipanggil, mengaku sejak dibuka per 1 Juli lalu hingga saat ini, wartawan di Papua yang mendaftar untuk meliput PON masih sedikit.

“Laporan teman-teman [tim verifikasi] jumlah wartawan di Papua yang sudah mendaftar secara online lewat aplikasi baru 27 orang. Wartawan yang lain kenapa belum mendaftar,” kata Azis mempertanyakan.

“Teman-teman wartawan jangan merasa sulit dan susah. Caranya mudah kok. Bisa daftar online, bisa secara manual,” sambungnya.

Baca juga: Gubernur Papua: Penyiapan arena PON Papua sudah sempurna

Tim Humas dan PPM PB PON Papua, setia bekerja 24 jam. Tim intens memantau wartawan dari Papua, nasional, atau di luar Papua termasuk jurnalis asing yang mendaftar lewat aplikasi.

Untuk mendaftar offline, Humas dan PPM mempersilakan wartawan di Jayapura, Sentani, dan Keerom datang pada jam kerja sejak pagi hingga sore. Wartawan bisa datang sendiri membawa semua dokumen administrasi sebagai syarat wartawan meliput PON.

Wakil Koordinator Pelayanan Media, Frans Wairara, menambahkan syarat yang wajib dipenuhi saat mendaftar, antara lain foto copy E-KTP, foto copy kartu pers, surat keterangan tugas meliput PON yang dikeluarkan media wartawan bersangkutan, pas foto ukuran 4X6 sebanyak tiga lembar atau dalam bentuk softcopy.

Kan tidak susah to, gampang dan mudah buat mendaftar. Kami [bidang humas dan PPM] siap menerima dan membuka pintu tiap hari bagi teman-teman pers yang mau mendaftar offline,” ujarnya.

Mengingat PON adalah gengsi dari pesta olahraga nasional empat tahunan, maka semua pihak tanpa terkecuali tidak bisa seenak hati.

“Ini event olahraga nasional terbesar di Indonesia. Semua ikut aturan termasuk wartawan. Tidak ada niat melarang atau membatasi, semua lewat prosedur. Kawan-kawan jurnalis di Papua, baik di Jayapura, Timika, dan Merauke, mari sesegera mungkin mendaftar,” ajaknya.

“PB PON XX Papua mengapresiasi peran jurnalis menginformasikan dan mengomunikasikan tiap waktu kesiapan Papua menggelar PON tahun depan,” sambung Azis kembali.

Azis mengibaratkan sayur tanpa garam atau suami tanpa istri. PON tanpa diliput wartawan rasanya kurang afdol. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Related posts