Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Sejumlah warga Hamadi mengikuti sosialisasi pencemaran lingkungan di Kantor Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kamis (21/2/19).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura, Ketty Kailola sebagai pembicara mengatakan, pencemaran lingkungan di Hamadi sudah masuk diambang batas.
“Kalau hasil studi dari kepakaran Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura sudah ambang batas pencemaran ringan. Nah, dikuatirkan kalau 2036 kalau ini tetap begini, maka laut di Hamadi sudah berat,” kata Kailola ditemui usai sosialisasi.
Dikatakan Kailola, pencemaran lingkungan laut disebabkan adanya sampah plastik yang berdampak negatif cukup besar bagi ekosistem laut karena lama terurai hingga puluhan hingga ratusan tahun.
“Masih banyak orang yang berpikir bahwa laut adalah tempat sampah besar. Padahal, laut adalah sumber pangan yang strategis. Untuk itu, mari selamatkan laut di wilayah Kota Jayapura dan ekosistemnya dari sampah,” jelasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Kailola mengajak seluruh warga di Kota Jayapura agar menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi penggunaan kantong plastik.
“Masyarakat bisa mengurangi sampah plastik dengan cara membawa tas belanja sendiri saat belanja. Maka itu, marilah kita menjaga lingkungan sekitar agar lingkungan hidup yang sehat dapat dirasakan anak cucu kita,” ujarnya.
Ketua RT 02 RW 05, Syamsuddin mengaku, sangat menyambut baik adanya sosialisasi pencemaran lingkungan agar masyarakat sadar menjaga kebersihan khususnya lingkungan di laut.
“Alhamdulillah, cukup baik sosialisasi ini karena pengetahuan masyarakat masalah sampah masih kurang. Langkah selanjutnya, saya sebagai RT merangkul masyarakat untuk peduli dengan sampah,” jelasya.
Tokoh masyarakat di Kelurahan Hamadi, Deky Muabuai mengatakan, agar menjaga kebersihan lingkungan, Pemerintah harus memfasilitasi motor sampah dan tempat sampah disetiap gang lingkungan.
“Kami di Kelurahan Hamadi ini khususnya di RT 04 RW 03 ini kami punya lingkungan banyak sampah di pesisir laut,” katanya. (*)
Editor : Angela Flassy
