Papua No. 1 News Portal | Jubi
Makassar, Jubi – Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi, Nur Hidayati mengatakan sudah saatnya negara memberikan pengakuan dan mengembalikan hak orang asli Papua atas hutan dan kekayaan alamnya. Pernyataan itu disampaikan Nur Hidayati dalam konser virtual Hutan Merdeka #BeradatJagaHutan yang berlangsung secara daring pada Sabtu petang (29/8/2020).
Nur Hidayati mengatakan selama ini hak-hak masyarakat adat di Papua atas hutan ulayatnya itu diingkari oleh negara. Orang asli Papua bahkan disingkirkan dari tanahnya. “Oleh karena itu, mari kita semua mendorong negara untuk segera memenuhi hak orang asli Papua. Beradat jaga hutan,” kata Nur.
Dalam konser yang sama, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan melalui video singkatnya juga mengajak semua pihak menjaga hutan di Tanah Papua. Menurutnya, hutan hujan tropis di Tanah Papua menjadi habitat bagi beragam jenis flora dan fauna.
Baca juga: Kaka Slank: Pembangunan tak boleh melenyapkan hutan Papua
Mandacan menyatakan hasil penelitian terbaru Balai Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat bersama Fakultas Kehutanan Universitas Negeri Papua dan para ahli botani dari 19 negara mencatat keberadaan 602 jenis burung, 125 jenis mamalia, dan 223 jenis ebital di hutan Papua Barat. Selain itu, hutan di Papua Barat juga menjadi habitat bagi 13.634 jenis tumbuhan.
Di sisi lain, hutan itu juga menjadi sumber penghidupan, kehidupan, dan identitas budaya masyarakat Papua. “Hutan Papua perlu dijaga agar keanekaragaman hayati yang ada tetap ada. Hutan merupakan sumber kehidupan dan identitas budaya masyarakat Papua Barat, serta menjadi masa depan Indonesia dan dunia dalam menjaga kestabilan iklim,” kata Mandacan.
Baca juga: Iwa K: Jangan sampai generasi muda disebut ‘tak tahu adat’ karena tidak menjaga hutan
Ia mengakui, hutan di Papua Barat kini terus mengalami ancaman serius, terdampak berbagai aktivitas pembangunan yang tidak terkontrol. Ancaman lain bagi hutan di Papua Barat adalah pembalakan liar dan alih fungsi hutan untuk perkebunan kepala sawit.
Mengingat pentingnya hutan sebagai sumber kehidupan dan identitas budaya bagi masyarakat Papua, khususnya orang asli Papua, ia mengajak semua pihak menjaga dan melestarikan hutan. “Kita jaga hutan, hutan jaga kita. Tugas utama kita adalah mewariskan mata air untuk anak cucu kita, bukan mewariskan air mata,” ucapnya.
Konser virtual Hutan Merdeka #BeradatJagaHutan yang digelar Yayasan EcoNusa itu menghadirkan sederet musisi Indonesia yang peduli lingkungan. Mereka adalah Iwa K, vokalis grup band BIP, Irfan Fahri Lazuardy atau lebih akrab disapa Ipank. Juga ada, grup band Slank, Barasuara, Nowela Auparay, Hindia, Michael Jakarimilena, Molluca Bamboowind Orchestra, dan Bengkel MambriBen. Acara ini dipandu Teuku Zacky dan Nirina Zubir.(*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
