Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau WALHI menggelar pelatihan kampanye Stop Deforestasi Hutan Papua di Kota Jayapura, 23 – 24 Februari 2021. Pelatihan itu juga menjadi ajang konsolidasi bagi para anggota WALHI Papua.
Hal itu dinyatakan Wirya Supriyadi, Divisi Advokasi WALHI Papua. “Kegiatan hari ini untuk memperkuat konsolidasi anggota WALHI Papua, mitra dan jaringannya, yang fokusnya berkaitan dengan deforestasi,” kata Wirya.
Wirya menyatakan deforestasi di Papua terjadi di sekitar 20 kabupaten. Hutan merupakan paru-paru dunia, dan hutan di Papua merupakan hutan tropis terbesar ketiga di dunia.
“Setelah Kongo, Amazon, dan sekarang di Papua. Bagaimana semua pihak, termasuk WALHI, mempertahankan hutan alam. Memang tidak mudah untuk pertahanan itu, sehingga akan ada pelatihan kampanye dengan topik stop deforestasi dan selamatkan hutan Papua,” ucap Wirya.
Baca juga: Kerusakan hutan adat suku Awyu di Boven Digoel diabadikan melalui film dokumenter
“Peserta ditargetkan sebanyak 20 orang. Akan tetapi, yang terdaftar 22 orang yang mengikuti kegiatan itu pelatihan. Ada yang dari mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, dan Karya Latihan Bantuan Hukum,” tutur Wirya.
Untuk menjaga kelestarian hutan di Papua, WALHI menilai pentingnya keterlibatan semua pihak.”Untuk jaga hutan di Papua dan Papua barat itu, semua elemen harus terlibat. Tidak hanya lembaga swadaya masyarakat, tapi ada juga masyarakat, mahasiswa, kelompok akademisi, karena hutan Papua itu hutan tropis terakhir. Ada paradoks, banyak perusahaan di Tanah Papua. Kami mengimbau pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kelompok perempuan, kelompok adat, lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa, pemuda, gereja, untuk bersama-sama bersatu dan selamatkan hutan tropis Papua,” ucapnya.
Salah satu peserta itu, Hendrik Rewapatara mengatakan pelatihan itu sangat penting bagi semua pemangku kepentingan. “Hutan Papua semakin dikerok, baik hutan dan isi dalam tanah. Dengan pemahaman seperti itu, kita dapat melakukan satu tindakan dalam menjaga hutan di Papua,” ucapnya. (*)
Editor: Aryo Wisanggeni G
