Papua No.1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Wakil Ketua (Waket) II DPR Papua, Edoardus Kaize menyatakan tak ada masalah mengenai pembentukan Panitia Khusus atau Pansus pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Papua dalam internal dewan.
Menurutnya, ketika koalisi partai politik (parpol) telah mengusulkan dua nama ke DPR Papua, pihak dewan akan langsung membentuk pansus. Memproses dua nama yang diajukan koalisi parpol.
“Mengenai Pansus pemilihan Wagub Papua, tidak ada masalah DPR Papua. Kami hanya menunggu dua nama yang akan diajukan. Kalau sudah diajukan, kami akan langsung proses,” kata Edoardus Kaize, Senin (6/9/2021).
Menurutnya, proses penentuan Cawagub Papua kini masih berada dalam ranah koalisi parpol. Iapun berharap, koalisi parpol dapat segera menyepakati dua nama Cawagub yang akan diusulkan ke DPR Papua.
Katanya, jangan sampai proses dalam internal koalisi cukup lama, karena masih ada perbedaan pendapat. Padahal, milihat situasi pemerintahan di Papua kini, perlu segera ada Wakil Gubernur yang mendampingi Gubernur, Lukas Enembe melaksanakan pemerintah.
Sebab, kondisi Gubernur Papua kini belum sepenuhnya pulih, pascamenjalani perawatan karena sakit beberapa waktu lalu.
“Situasi seperti ini dapat mengganggu pelaksanaan pemerintahan. Di tengah kekosongan jabatan Wagub Papua, kondisi gubernur dalam tahapan pemulihan, dan jabatan sekda terjadi dualisme,” ujarnya.
Ia menambahkan, para pihak kini perlu memikirkan bagaimana pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan publik di Papua dapat terlaksana dengan baik.
Apalagi menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, 2-15 September 2021 mendatang.
Sebelumnya, Ketua Koalisi Papua Bangkit Jilid II, koalisi parpol pengusung Lukas Enembe dan Alm. Klemen Tinal saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua pada 2018 silam, Mathius Awoitauw mengatakan pihaknya kini masih menunggu rekomendasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) setiap parpol yang ada dalam koalisi.
Menurutnya, ada sembilan parpol yang berkoalisi mencalonkan Lukas Enembe dan Alm. Klemen Tinal pada Pilgub Papua lalu. Namun, setiap parpol hingga kini masih bersikeras mempertahankan Cawagub Papua yang diusulkannya.
“Ada lima partai politik mengusulkan Yunus Wonda dan Kenius Kogoya, dua partai politik lainnya, yaitu Nasdem dengan PKS mengusulkan Befa Jigibalom. PAN mengusulkan Abock Busup, dan yaitu Golkar mengusulkan Paulus Waterpauw,” kata Mathius Awoitauw, 2 September 2021.
Katanya, rekomendasi DPP setiap parpol untuk memastikan siapa dua nama Cawagub Papua yang disetujui. Nantinya, dua nama itu akan diusulkan ke DPR Papua untuk proses pemilihan, melalui Gubernur Papua.
“Inikan ranah parpol, tidak boleh diintervensi oleh siapapun. Kepengurusan parpol inikan bukan hanya di daerah, namun hingga tingkat pusat atau DPP,” ujarnya.
Menurutnya, hingga kini setiap parpol yang tergabung dalam koalisi Papua Bangkit Jilid II masih menunggu rekomendasi dari DPP masing masing. (*)
Editor: Edho Sinaga
