Venue sepatu roda PON XX mendekati rampung

Papua
Venue Sepatu Roda PON XX Papua – Jubi/Sudjarwo Husain.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Venue sepatu roda yang disiapkan menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 mendatang sudah mendekati rampung. Kini, venue tersebut sudah memasuki tahap akhir atau finishing.

Venue yang terletak di Kawasan Bumi Perkemahan (Buper) Waena, Kota Jayapura itu sudah mencapai realisasi progres 94,67 persen dari rencana 95,91 persen.

Read More

Diungkapkan manajer proyek PT Nindya Karya, Fatah, progres pembangunan venue tersebut akan selesai setelah proses pengecatan dinding dan lantai lintasan.

“Saat ini rencana kita di 95,91 persen, yang direalisasi sudah mencapai 94,67 persen, dimana realisasi ini akan ditutup saat aplikator vesmaco untuk lintasan datang. Direncanakan mereka akan tiba di Jakarta pada 12 Mei kemudian menjalankan karantina selama 5 hari dan tanggal 18 Mei itu akan datang ke Jayapura. Setelah itu mereka akan inspeksi ke arena selama dua hari di tanggal 21 Mei untuk kemudian instalasi cat lapis lintasan,” jelas Fatah kepada wartawan, Selasa (11/5/21).

Sementara itu, Ketua Pengprov Persatuan olahraga sepatu roda Indonesia (Perserosi) Papua, Jefri Abel juga menyebut progres venue tersebut sudah mendekati rampung.

Kata Jefri, venue sepatu roda akan diserahterimakan kepada Pemerintah Provinsi Papua pada Juni mendatang.

“Sampai hari ini kami sudah dapat memastikan bahwa venue cabor sepatu roda akan siap diserah terimakan kepada Pemerintah Provinsi Papua pada minggu kedua, bulan Juni nanti,” kata Jefri.

“Sementara masih di tahap finishing, pengecatan dinding dan lintasan. Progresnya sekitar 95 persen, karena satu bulan dari sekarang akan diserahkan kepada Pemerintah,” tambahnya.

Setelah melewati proses penyerahterimaan, para atlet Perserosi Papua akan tiba di Jayapura untuk menjajal dan beradaptasi dengan kultur venue tersebut. Namun kata dia, pihaknya masih menimbang situasi pandemik untuk menggelar tes iven, yang kemungkinan kecil bisa terlaksana.

“Minggu kedua atlet akan ke sini dan mereka akan coba lapangan untuk beradaptasi. Tes iven tidak ada karena masih situasi pandemik. Kalau menurun kondisinya bisa, tapi kalau masih seperti ini kayaknya tidak diadakan,” ungkapnya.

Sekretaris Umum Perserosi Papua, Piter Semuay mengaku bangga atas berdirinya venue megah sepatu roda di Papua.

Sebagai sejarah bagi Tanah Papua, Piter menilai keberadaan venue tersebut akan mendongkrak lahirnya bibit-bibit atlet sepatu roda potensial.

“Kami bangga sekali dengan keberadaan venue yang dari awal kami lihat tidak seperti yang kami bayangkan. Digagas dengan kerja keras dari nol, kehadiran venue ini membuat kami bangga. Mungkin kami harus saling bertanggung jawab karena venue ini merupakan aset bagi kita. Kemudian secara khusus pemerintah juga bisa bersama-sama memperhatikan ini,” ungkap Piter. (*)

Editor: Edho Sinaga

Related posts