Venue paralayang PON di Bukit Kampung Buton aman dan indah

Atlet Paralayang Papua
Atlet Paralayang Papua berlatih di venue Bukit Entrop, mengintari kawasan Entrop dan sekitarnya. -Jubi/Nosa Muabuay

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Arena paralayang Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua akhirnya dibangun di Bukit Kampung Buton, Entrop, Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Sebelumnya, arena paralayang itu sempat berpindah lokasi tiga kali.

Pelatih tim paralayang PON Papua, Harry  Agung Putrananto mengaku puas dengan arena paralayang yang dibangun di Bukit Kampung Buton itu. Venue paralayang PON XX itu berada di ketinggian 320 meter dari permukaan laut, dan memiliki pemandangan Teluk Yos Sudarso dan Teluk Youtefa yang indah.

Read More

“Lokasi venue di [Bukit Kampung Buton] itu aman, bagus, dan sangat indah pemandangannya,” kata Agung saat ditemui di lapangan pendaratan paralayang di kawasan Kolam Buaya Entrop, Sabtu (28/8/2021) siang.

Baca juga: CdM Meeting III usai, Papua semakin siap selenggarakan PON XX

Menurutnya, lokasi arena paralayang itu juga mudah dijangkau. ”Dari lokasi pendaratan ke bukit Entrop butuh waktu sekitar 17 menit dengan kendaraan,” kata Agung yang menjelaskan perlombaan paralayang PON XX akan dimulai pada 27 September 2021.

“Tim Paralayang Papua baru sebulan berlatih di sini. Sebelumnya selama 14 bulan, [kami berlatih] di Karanganyar, Jawa Tengah,” kata Agung yang juga mantan pelatih tim paralayang SEA Games Indonesia.

Pelatih fisik Eko Sudharmanto juga mengatakan venue paralayang itu sangat cocok untuk lomba ketepatan mendarat, namun juga cocok untuk lomba cross country. Dalam nomor lomba cross country, para atlet akan beradu piawai menempuh jarak terjauh ke Markas Kodam XVII Cenderawasih, Pulau Kura-kura, Lapangan Sofbol di Kampus Uncen Waena, dan Jembatan Holtekamp.

Baca juga: Angkat Besi dan Angkat Berat Papua Sudah Siap Tampil di PON XX 

Dia mengatakan penilaian dalam perlombaan paralayang dilakukan secara elektronik sehingga adil dan jujur. “Kami menargetkan dua medali emas, terutama [dari nomor lomba] ketepatan mendarat. Kemungkinan [kami] bisa meraih lebih [banyak medali],” katanya.

Agung mengakui semua peserta PON mempunyai target menang, termasuk tim paralayang PON Papua. “Tim paralayang PON Jawa Timur dan Jawa Tengah termasuk saingan terberat,”katanya.

Atlet Paralayang Papua, Ali juga menyebut venue paralayang PON memiliki pemandangan yang indah dan sangat aman. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Related posts