Papua No. 1 News Portal | Jubi
Port Vila, Jubi – Vanuatu telah memulai persiapan untuk menjadi tuan rumah pertemuan Forum Kepulauan Pasifik (PIF) ke-51, yang akan diselenggarakan pada awal Agustus 2020, tidak lama setelah negara itu merayakan peringatan kemerdekaannya yang ke-40 pada 30 Juli.
Ini adalah kali kedua Vanuatu menjadi tuan rumah pertemuan tahunan pemimpin-pemimpin Pasifik itu, kali sebelumnya adalah pada 2010.
Dalam pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Vanuatu mengenai penyelenggaraan acara penting kawasan ini dari 4-7 Agustus mendatang, pertemuan tahun ini sangat penting karena ini bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Vanuatu yang ke-40.
“Pada 1980, ketika negara ini bersiap untuk mendeklarasikan kemerdekaannya secara politik dari Inggris dan Prancis, deklarasi itu dilakukan atas saran lembaga regional yang sedang bertumbuh – yang saat itu dikenal sebagai Forum Pasifik Selatan.”
“Organisasi yang sekarang kita kenal sebagai PIF baru berusia satu tahun sebelum mencapai dekade pertama sejak ia didirikan, ketika Pater Walter Lini dan yang lainnya berhasil memimpin transisi Vanuatu menuju penentuan nasib politik sendiri – negara Pasifik terakhir yang melakukan ini pada abad ke-20.”
Pertemuan tahun ini memiliki tema: “One Blue Pacific – Investing in a shared climate resilient future founded on human dignity and wellbeing.”
Vanuatu percaya bahwa, dengan krisis perubahan iklim sebagai satu-satunya ancaman terbesar dalam mengamankan masa depan bersama Blue Pacific, adalah kewajiban semua anggota PIF untuk mempercepat upaya menuju capaian nol emisi karbon, dan menangani kerusakan dan kehilangan besar yang telah dialami di dalam wilayah ini.
“Mengapa “One Blue Pacific?” Vanuatu berpandangan tegas bahwa meskipun ‘Lautan’ berada di garis depan untuk terkena dampak akibat darurat perubahan iklim, ini juga merupakan bagian penting dari solusi yang diperlukan untuk memastikan kawasan ini tetap tangguh dan berkelanjutan menuju ke masa depan.”
“Sebagai tuan rumah, Vanuatu akan berupaya meningkatkan kesepakatan-kesepakatan yang dibuat dalam Deklarasi Boe, Deklarasi Kainaki II, KTT Aksi Perubahan Iklim PBB dan negosiasi UNFCCC, dan memastikan pengembangan komitmen bersama yang efektif, berjangka waktu, yang dapat diukur dan dilacak dengan transparan di wilayah kita, menurut pernyataan itu.”
Vanuatu mendesak para pemimpin, delegasi-delegasi nasional, masyarakat sipil, sektor swasta, akademisi, donor dan mitra dialog untuk “datang ke Port Vila siap sedia untuk membuat komitmen yang transformatif, berfokus pada masyarakat, dan nyata untuk menangani ancaman perubahan iklim yang ada bagi masa depan kita bersama.
Tema utama lainnya dari PIF2020 adalah memperjuangkan martabat manusia serta mengupayakan pendekatan bersama untuk kesejahteraan manusia yang berkelanjutan.
Kepala Komite Penasihat PIF untuk Vanuatu, yang juga adalah Menteri Luar Negeri, Ralph Regenvanu berkata “Memastikan martabat manusia dengan menghormati HAM, pemberdayaan gender, dan penentuan nasib sendiri sudah lama merupakah inti dari keberadaan Forum PIF. Vanuatu menyadari hal ini sepenuhnya. Ini adalah salah satu alasan kami sepenuhnya mendukung KTT Pemimpin Perempuan PIF atau PIF Women Leader’s Summit perdana.
“Kami mengundang semua orang untuk mendukung inisiatif ini untuk memberdayakan pemimpin-pemimpin perempuan Pasifik,” kata Menteri Regenvanu. (Daily Post Vanuatu)
Editor: Kristianto Galuwo
