USTJ latih warga membuat briket dari limbah sagu

Papua
Pelatihan pembuatan briket dari limbah sagu di Kampung Nolokla Yabahei Harapan, Kabupaten Jayapura, Senin (16/11/2020) - Jubi/Yance Wenda.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Universitas Sains dan Teknologi Jayapura melatih warga membuat briket dari limbah sagu di Kampung Nolokla Yabahei Harapan, Kabupaten Jayapura. Pelatihan diikuti oleh 20 Mama-Mama Papua dan para pemuda setempat.

“Kami melihat potensi (pengembangan briket limbah sagu) sangat besar di kampung ini. Sekarang, tinggal masyarakat mau atau tidak (mengembangkannya),” kata Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Jusuf Haurissa Kusen di sela pelatihan, Senin (16/11/2020).

Read More

Briket diolah dari limbah daun dan batang, serta ampas sagu. Bahan-bahan tersebut dijemur dan disangrai hingga menjadi arang. Selanjutnya, arang dicetak dan dijemur kembali.

“Arangnya harus diayak terlebih dahulu (sebelum disangrai) supaya halus, dan kemudian dicampur bahan perekat dari tepung tapioka. Hasil cetakan (briket) akan berbentuk seperti sarang lebah (berpori-pori),” jelas Yusuf.

Setelah semua tahapan itu selesai, briket pun siap difungsikan sebagai bahan bakar untuk memasak dan kebutuhan lain. Setiap briket bisa digunakan selama sekitar tiga jam berturut-turut.

Pembuatan briket dari limbah sagu merupakan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan. Selain memanfaatkan limbah, bahan bakar tersebut juga tergolong rendah emisi sehingga tidak mencemari lingkungan.

“Hasil perapiannya sangat bagus dan tidak menghasilkan jelaga. Ini merupakan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan,” ujar Yusuf.

David Wally, ketua rukun warga setempat mengatakan pembuatan briket limbah sagu berpotensi menjadi sumber baru pendapatan masyarakat. Dia berharap warga termotivasi untuk mengembangkan briket tersebut.

“Kami berharap (keterampilan) ini bisa diterapkan warga sehingga menjadi sumber pendapatan keluarga. Mereka bisa memasarkan briket saat pelaksanaan PON (Pekan Olahraga Nasional) 2021,” kata Wally. (*)

 

Editor: Aries Munandar

Related posts