Universitas Oxford hentikan uji coba Vaksin Covid-19 untuk anak

papua-vaksin-covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19 – Jubi/BPOM

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Universitas Oxford mengkonfirmasi telah menghentikan sementara uji coba skala kecil penggunaan vaksin virus Covid-19 untuk anak-anak dan remaja. Informasi penghentian itu resmi disampaikan pada Selasa, (6/4/2021).

Read More

Vaksin virus Covid-19 yang digunakan dalam uji coba itu dikembangkan oleh AstraZeneca Plc dan Universitas Oxford.  Universitas itu menghentikan  uji coba sementara karena masih menunggu data lebih lanjut menyangkut masalah pembekuan darah pada orang dewasa yang menerima suntik vaksin.

Baca juga : Nenek 90 tahun ini penerima vaksin Covid-19 Pfizer pertama di dunia 

WHO : Vaksinasi Covid-19 di Eropa sangat lambat 

Kasus penggumpalan darah di Swedia bertambah usai Vaksin AstraZeneca

Tercatat gangguan dalam uji coba ini telah menjadi pukulan bagi vaksin virus corona yang dikembangkan AstraZeneca Plc dan Universitas Oxford, mengingat temuan vaksin virus corona ini telah menjadi sebuah tonggak penting dalam melawan pandemi Covid-19. Beberapa negara sudah menolak penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca karena masalah medis.

Menurut Universitas Oxford, tidak ada masalah keamanan sehingga menghentikan uji coba tersebut. Ini murni hanya menunggu arahan dari badan pengawas obat di Inggris sebelum imunisasi lebih lanjut diteruskan.

Sebelumnya pada Februari 2021 lalu, Universitas Oxford mengatakan berencana mendaftarkan sekitar 300 relawan usia 6  hingga  17 tahun yang ada di Inggris sebagai bagian dari studi kampus bergengsi tersebut.

Sedangkan Badan Medis Eropa atau EMA sedang mengevaluasi sejumlah laporan untuk kondisi yang sangat jarang terjadi, yakni pembekuan darah atau yang dikenal cerebral venous sinus thrombosis (CVST) setelah orang tersebut mendapatkan suntik vaksin virus corona. EMA diharapkan bisa mengungkap temuan mereka pada Rabu atau Kamis, 8 April 2021. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts