Papua No.1 News Portal
Jayapura, Jubi – Dukungan solidaritas untuk West Papua dari negara negara Melanesia di kawasan Pasifik semakin menguat untuk Papua. Hal ini dinilai membuat masyarakat optimistis, Papua akan segera masuk sebagai anggota penuh di Melanesian Spearhead Group (MSG) .
Hal itu disampaikan Juru bicara Komite Aksi United Liberation Movement For West Papua (ULMWP) Ice Murib kepada Jubi usai berorasi di hadapan ratusan mahasiswa Papua dari 7 wilayah Adat di kawasan Waena, Rabu (8/7/2020).
Murib mengatakan, negara-negara Melanesia yang hari ini mendukung pembebasan penuh untuk Papua adalah Vanuatu, Fiji, PNG, Bougenville, Solomon Island.
“Selain iru, Papua juga didukung gerakan pembebasan di Kanaki, Bougenville mereka sudah melakukan referendum dan Bougenville sudah menang 94 persen. Sekarang akan menggelar referendum dan kami harap Papua bisa menjadi anggota penuh MSG dan bisa menentukan nasibnya sendiri,” katanya.
Murib mengatakan, selain dukungan dari masyarakat akar rumput di Melanesia Pasifik, masyarakat Papua juga menunjukkan dukungan tersebut dalam bentuk aksi, mimbar bebas, doa yang sudah dilakukan sejak bulan Januari hingga sampai saat ini.
“Di hadapan pemuda dari 7 wilayah adat yang ikut melakukan dukungan terhadap West Papua , saya mengimbau kepada siapa pun untuk melakukan doa bersama mendukung rencana Sidang Negara Melanesian Spearhead Group (MSG) yang harusnya digelar pada bulan Maret-April, namun ditunda lantas karena Corona Virus 19,” katanya.
Murib mengatakan, pimpinan ULMWP Beny Wenda mengatakan bahwa kemungkinan sidang akan digelar dalam waktu dekat, apabila negara-negara di Pasifik sudah membuka akses penerbangan.
“Dalam pertemuan tersebut mereka akan membahas isu West Papua untuk menjadi anggota penuh atau tidak di keanggotaan negara-negara Melanesia,” katanya.
Dia mengatakan, pengakuan negara-negara Melanesia penting untuk mendapatkan dukungan Papua merdeka. “Tuntutan kami, referendum dan merdeka. Oleh sebab itu saya harap kepada semua pejabat, mahasiwa petani dll. Bersatu untuk menuntut referendum,”katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komite Aksi ULMWP, Christianus Dogipia mengatakan Papua bukan lagi persoalan Indonesia. Tapi persoalan internasional.
Dogipia mengatakan, hari ini masyarakat Papua ingin merdeka. Mereka hanya tunggu momentum saja. Dukungan (Papua) ke Pasifik saya pikir sudah sangat matang dari rakyat Papua.(*)
Editor: Syam Terrajana
