Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam cipayung di tanah Papua terdiri dari GMKI, HMI, PMKRI, GMNI dan PMII akan melakukan aksi demontrasi pada hari Senin, (18/2/2019) besok di kota Jayapura. Aksi ini dilakukan sebagai aksi protes atas tindakan represif aparat yang dinilai menghilangkan ruang demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.
Victor Tibul ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Jayapura mengatakan tindakan represif kepolisian kepada mahasiswa di Balikpapan, secara tak langsung merusak citra polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Akibat tindakan tersebut cipayung di Papua akan melakukan aksi demontrasi di kota Jayapura yang sebelumnya dibatalkan oleh pihak kepolisian yang seharusnya berlangsung pada hari Jumat 15 Februari kemarin,” katanya.
Kata Victor, seharusnya kepolisian mendukung berbagai kegiatan yang bersifat menyampaikan aspirasi dan kebebasan berekspresi. Ia mengancam jika polisi masih kerap menghalangi kebebasan berekspresi dan berpendapat, maka pihaknya akan menggelar aksi yang lebih besar.
Sementara itu Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jayapura, Putra Alifur Rumangia mengatakan pihak kepolisian seharusnya wajib menjaga agar demontrasi berjalan secara damai.
“Itu harapan kami kepada Kapolda Papua dan Kapolres kota,” katanya.
Rikcson Bofra ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kota Jayapura mengatakan tujuan aksi pada hari Senin, (18/2/2019) murni sebagai protes atas hilangnya nilai demokrasi. Ia berharap pihak kepolisan di Indonesia terutama di Papua bisa mengakomodir hak berpendapat mahasiswa Papua.
“Kami hanya ingin menyuarakan hilangnya nilai demokrasi di negara ini atas tindakan represif pihak kepolisian dalam hal ini Polri dimana kinerja mereka masih mengunakan kekerasan terhadap nilai-nilai demokrasi di Indonesia,” katanya. (*)
Editor : Edho Sinaga
