Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jakarta, Jubi – Tunangan Jamal Khashoggi, Hatice Cengiz meminta pemimpin negara-negara di dunia agar tak mempertahankan hubungan bilateral mereka dengan seorang pembunuh. Permintaan itu dilontarkan oleh Cengiz setelah beredarnya laporan sebuah intelijen Amerika Serikat yang menyebut adanya keterlibatan pemimpin de fakto Arab Saudi dalam pembunuhan Khashoggi.
Khashoggi adalah wartawan senior asal Arab Saudi yang lewat tulisannya suka mengkritik Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Dia terlihat terakhir kalinya memasuki kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018.
Berita terkait : Ketua HAM Uni Eropa desak keadilan untuk Khashoggi
Senator AS bersumpah desak Trump usut kematian Khashoggi
Warga lokal terlibat pembunuhan Khashoggi
Otoritas Turki sangat yakin jenazah Khashoggi dimutilasi dan musnahkan. Sampai sekarang, jasad Khashoggi belum ditemukan.
Baca juga :
Cengiz, yang seorang warga negara Turki, mengatakan laporan dari intelijen Amerika Serikat itu adalah sebuah langkah besar dan penting dalam upaya menegakkan keadilan. Hanya saja, laporan itu harus ditindak lanjuti sekarang.
“Dikatakan tidak akan sanksi terhadap orang yang memberikan perintah (pembunuhan). Ini telah menjadi sebuah dilema yang aneh dalam kepala setiap orang. Namun ini harus berubah dalam beberapa hari ke depan,” ujar Cengiz, pada Kamis, (4/3/2021).
Cengiz mengatakan proses untuk mencari keadilan adalah sebuah proses yang panjang, yang bahkan tidak mudah. Sebelumnya, Arab Saudi telah menyidangkan dalam pengadilan in absentia 26 tersangka asal Arab Saudi terdakwa pembunuh Khashoggi. (*)
Editor : Edi Faisol
