Papua No. 1 News Portal | Jubi
Nukuʻalofa, Jubi – Tujuh anggota keluarga bangsawan Tonga yang juga menjabat sebagai perwakilan di parlemen, tidak menghadiri sidang parlemen nasional negara itu, Rabu (13/3/2019), setelah mereka walkout bersama-sama sehari sebelumnya.
Juru bicara Parlemen, Lord Fakafanua, salah satu dari sembilan perwakilan keluarga darah biru di parlemen, tiba Rabu pagi dan menjelaskan ketidakhadiran rekan-rekannya yang lain. Anggota parlemen (MP) bangsawan lainnya yang hadir adalah Lord Ma’afu, Menteri Pertanahan dan Survei serta Angkatan Bersenjata.
Lord Fakafanua menekankan ketujuh perwakilan tersebut tidak akan kembali, kecuali Parlemen menyetujui permintaan Lord Nuku untuk mewajibkan pertemuan langsung dengan publik, sebagai bagian proses konsultasi enam RUU baru dan amandemen, pada konstitusi yang sedang dilakukan pemerintah.
Meskipun tujuh MP itu tidak hadir, parlemen tetap berjalan seperti biasa hari itu. Tiga MP independen yang bergabung dalam walkout kemarin hadir di parlemen.
Pemerintah yang berkuasa di Tonga akan melakukan konsultasi publik, melalui acara radio talk back di stasiun radio Tonga One dan FM 87.5. Namun, Lord Nuku bersikeras konsultasi publik itu harus dilakukan secara langsung, bukan lewat radio, dan masyarakat ingin bertemu dan berbicara langsung dengan Perdana Menteri dan Menteri Kehakiman tentang semua RUU itu.
Jubir Parlemen juga setuju, bahwa Parlemen tidak memiliki hak untuk mengambil keputusan mengenai bagaimana pemerintah yang berkuasa, harus melaksanakan proses konsultasi pengubahan RUU. Menurutnya, pemerintah bisa memilih proses yang akan digunakan, untuk berkonsultasi dengan rakyatnya.
Perdana Menteri ‘Akilisi Pohiva juga mengeluarkan pernyataan yang sama di parlemen, menjelaskan pejabat Plt. Jaksa Agung telah berkonsultasi dengan publik, untuk menjawab pertanyaan tentang RUU itu melalui panggilan telepon. (Kaniva News)
Editor: Kristianto Galuwo
