Tol udara belum sampai ke operator penerbangan lokal

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Terkait pelaksanaan tol udara untuk menekan disparitas harga di Papua dan Kalimantan Utara oleh Program Kementerian Perhubungan, Direktur PT Associated Mission Aviation (AMA) Sentani, Djarot Soetanto mengaku belum menerima juklak pelaksanaannya.

"Mungkin kami belum lihat dan belum tahu seperti apa pelaksanaan jembatan udara atau tol udara tersebut, meski diakui BBM sudah ada tapi perlu subsidi  silang bagi avtur, sebab ini yang sangat mempengaruhi," ujar Soetanto kepada Jubi, Minggu (28/5/2017).

Dengan pesawat berjenis pilatus, PAC dan Karavan yang berjumlah 10 buah, Soetanto berharap akan dapat melayani masyarakat.

Seperti dikutip Tempo.co akhir tahun lalu, Kementerian Perhubungan menyiapkan dana subsidi logistik senilai Rp300 miliar pada 2017. Dari jumlah Rp300 Miliar itu, Rp100 miliar disalurkan untuk tol laut dan sisanya tol udara. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap subsidi mampu menekan biaya logistik dan menurunkan harga barang, khususnya di wilayah Timur Indonesia.

Budi mengatakan, subsidi akan diberikan kepada operator kapal dan maskapai yang membawa barang ke timur. Subsidi tersebut akan membantu menutupi biaya operasional. Pasalnya biaya operasional untuk mengantarkan barang ke wilayah timur selama ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daya beli masyarakat di sana.
 
Untuk subsidi tol udara, menurut Budi, anggarannya dialokasikan khusus untuk distribusi ke Papua. Kemenhub memfokus distribusi melalui tiga bandar udara, yaitu Timika, Wamena, dan Sentani. Maskapai penerbangan akan melalui proses tender untuk bisa menjadi operator tol udara. (*)

Related posts