Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Perhelatan Pekan Olahraga Nasional XX semakin dekat. Berbagai persiapan terus dilakukan untuk memastikan gelaran olahraga nasional ini berjalan sukses. Tak terkecuali persiapan pengamanan yang dilakukan TNI/Polri.
Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) Brigadir Jenderal TNI Irham Waroihan mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda Papua dan stakeholder lainnya untuk mengamankan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2020 di tanah Papua.
Aparat keamanan yang akan diturunkan sebanyak 8.410 petugas yang terdiri dari 4.250 TNI, 3.500 Polisi, 600 Satpol PP dan 50 orang Basarnas.
“Secara strategis, kami akan melaksanakan pengamanan terhadap semua personil, material dan kegiatan PON itu sendiri. Ada beberapa langkah yang akan kami ambil, dan berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan serta stakeholder mulai dari Kepolsian, BIN, atau satuan yang berkaitan dengan pengamanan,” kata Irham, Rabu (11/12/2019) di Jayapura.
Kata Irham, 8.410 aparat kemanan tersebut belum termasuk melakukan pengamanan di Bandara Yapen dan Jayawijaya, dimana dua kabupaten tersebut menjadi tempat lintasannya Obor PON XX.
“Tentunya (jumlah ) personil fleksibel dan disesuai dengan kebutuhan. Setidaknya, perubahan ini tidak signifikan. Intinya bahwa kami mengedepankan tindakan preventif dalam melakukan pengamanan. Kami memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga, mendukung terselenggaranya PON XX di tanah Papua,” katanya.
Wakapolda Papua, Brigjen. Pol. Yakobus Marjuki menambahkan, untuk pengamanan PON, Polda Papua sudah memetakan daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Kami juga mengadakan yang berkaitan dengan ancaman terorisme, kami juga sudah meminta untuk personil yang memang membidangi terorisme di Papua, dan kemarin, ada beberapa sudah membuat bom, dan kami sudah menangkap 8 orang terduga terorisme di Papua. Jaringan JAT yang ada di Lampung dan Medan,” ujanrya. (*)
Editor: Edho Sinaga
