Papua No.1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Tim Kriket Papua yang saat ini tengah menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali akan melewati agenda padat mereka sebelum kembali ke Papua pada Agustus 2021. Salah satu dari agenda tersebut yakni try out ke Pulau Jawa.
Pelatih kriket Papua, Frengky Shony mengatakan, usai diliburkan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru, timnya lantas kembali memulai latihan sebagai persiapan menuju sejumlah turnamen yang akan diikuti dalam waktu dekat.
Turnamen-turnamen yang akan diikuti oleh tim kriket Papua diantaranya turnamen internasional dan Kartini Cup di Bali pada April nanti.
“Selanjutnya kita persiapan untuk bulan April nanti ikuti turnamen lagi, turnamen internasional juga ada,” ujar Frengky kepada Jubi, Sabtu 2 Januari 2021
Selain mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen, tim kriket Papua juga mengagendakan try out ke Jakarta untuk menggelar turnamen mini dan menjajal tim-tim kuat guna mengukur kemampuan mereka dari hasil menjalani TC selama setahun.
“Kita punya beberapa event ke depan sebelum kembali ke Papua pada Agustus 2021 nanti. Kita ingin try out dulu baru kembali ke Papua untuk memantapkan strategi dan penguasaan lapangan. Kalau saya inginnya sih kita mencoba tim-tim dari Pulau Jawa, seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat yang semuanya tim kuat. Makanya saya rencananya mau pendekatan ke pengurus kriket pusat agar kalau bisa difasilitasi untuk kita bisa membuat turnamen mini antar 4 provinsi di DKI Jakarta, karena pandemi ini minim kompetisi, jadi kita maunya ke sana untuk mengukur kemampuan kita,” ungkapnya.
Tim kriket Papua yang telah menjalani TC di Bali sejak Maret 2020 lalu, masih akan melalui tahap promosi dan degradasi pemain hingga Januari ini. Untuk itu, Frengky menyebutkan jika timnya akan memanfaatkan agenda awal tahun 2021 untuk mencari komposisi tim yang ideal.
“Saat ini kita punya 18 putra dan 18 putri. Masih ada promosi degradasi Januari ini. Nantinya kita hanya punya 14 putra dan 14 putri saja. Di turnamen yang akan kita ikuti nanti sekaligus untuk mencari atlet potensial lagi, dan menyiapkan atlet mana yang sudah benar-benar siap menuju PON XX. Semuanya kita terapkan sama, tapi namanya atlet kan masing-masing berbeda perkembangannya. Yang jelas kita pasti akan memilih yang terbaik untuk PON XX nanti,” jelasnya.
Meski baru saja mencicipi gelar juara dan runner up di Liga Cricket Indonesia divisi Bali akhir tahun 2020, tim kriket Papua tak muluk-muluk. Target mereka realistis, 1 medali emas dan 1 medali perunggu di PON XX nanti.
“Kita sekarang punya banyak waktu lebih untuk persiapkan atlet kita dengan menjalankan program latihan setiap hari. Saya merasa cukup puas karena anak-anak sudah mulai bisa berkembang dalam masa persiapan selama ini. Dalam evaluasi saya, kita hanya butuh meningkatkan jam terbang dan juga membenahi mental,” tuturnya.
Sementara, Ketua Harian PCI Papua, Idris Salama, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi perjuangan para atletnya selama menjalani TC dan mengikuti turnamen di Bali. Selanjutnya, pihaknya akan mengupayakan agar tim kriket Papua bisa mendapatkan keinginan mereka melakukan try out di Pulau Jawa.
“Sudah kita bahas soal agenda mereka, dan berikutnya kartini cup dan menjelang pulang ke Papua mereka nanti try out dulu ke Jawa. Kita siap fasilitasi dan kita akan koordinasikan dengan KONI juga kriket pusat, karena perkembangan kriket Papua menjadi perhatian juga,” ujar Salama. (*)
Editor: Edho Sinaga
