Papua No. 1 News Portal | Jubi
Jayapura, Jubi – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua terus berupaya melakukan identifikasi pada jenazah korban bencana banjir di Jayapura. Data dari Posko Induk, Gunung Merah, Kantor Bupati Kabupaten Jayapura, sejauh ini telah ditemukan 105 jenazah korban banjir bandang. Dari 105 jenazah tersebut 98 kantong jenazah telah diserahkan ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara, AKBP dr. Hery mengatakan, dari 98 kantong jenazah tersebut, 77 kantong jenazah sudah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Papua. 77 jenazah itu juga sudah diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan.
“Saat ini ada 19 kantong jenazah yang belum teridentifikasi. Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengidentifikasi para korban,” kata AKBP dr. Hery kepada wartawan, Senin (25/3/2019) malam di RS Bhayangkara.
Hery menjelaskan, proses identifikasi jenazah yang ada bisa memakan waktu hingga dua minggu. Ia berharap warga yang merasa kehilangan keluarga bisa datang ke rumah sakit untuk mencocokkan sampel DNA dengan jenazah yang belum teridentifikasi.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes AM. Kamal mengatakan, hingga kini tim gabungan masih melakukan pencarian korban yang hilang akibat banjir bandang yang terjadi di Jayapura.
“Sesuai data dari Atemortem-DVI Polda Papua di RS Bhayangkara masih ada 166 jiwa yang dinyatakan hilang. Ini laporan masyarakat yang masuk ke kami. Semoga proses pencarian tersebut membahkan hasil,” ujarnya.
Pantauan Jubi di lapangan, hingga malam ini proses pencarian korban banjir bandang tetap dilakukan oleh tim gabungan. Proses pencarian ini dilakukan mengingat masih banyaknya korban banjir yang dinyatakan hilang. (*)
Editor : Edho Sinaga
