Takut tertular hepatitis, siswa SD di Bandung ini enggan sekolah

Ilustrasi virus, pixabay.com
Ilustrasi virus, pixabay.compatitis

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Bandung, Jubi -Kabar mengenai penularan Hepatitis A di Sekolah Dasar Percobaan Negeri (SDPN) 252 Setiabudi, Kota Bandung, membuat sebagian siswa enggan masuk sekolah karena khawatir tertular virus yang menyebabkan peradangan hati tersebut. Para orang tua siswa juga tak mengizinkan anaknya sekolah setelah melihat data 54 siswa sakit yang beredar di grup-grup percakapan WhatsApp.

Read More

“Namanya orang tua mungkin khawatir anaknya sakit. Padahal tak semua anak di dalam data itu sakit Hepatitis,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, SDPN 252 Setiabudi, Suparman, Rabu, (11/12/2019).

Baca juga : Guru dan siswa SMPN 20 Depok terserang hepatitis A

Perawatan pasien hepatitis A di Pacitan menurun

Penyebab penyakit Hepatitis di Singkawang diselidiki

Meski ia mengatakan hanya ada beberapa siswa yang terjangkit, berdasarkan visum Puskesmas. Sedangkan data mengenai siswa yang sakit pada Senin (9/122019) merupakan data umum yang tidak mencakup keterangan spesifik mengenai jenis gangguan atau penyakit yang diderita.

“Jadi yang sakit apapun ikut ditulis di situ, sakit demam, sakit flu, dan yang lainnya. Akibatnya datanya mencampur,” kata Suparman menjelaskan.

Data tersebut beredar di grup WhatsApp orang tua siswa dan menimbulkan kekhawatiran. Akibatnya, menurut Suparman, separuh lebih dari total 550 siswa SDPN 252 Setiabudi tidak masuk sekolah pada Selasa (10/12/2019).

“Namun sekolah tetap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Ia memastikan sekolah tidak berwenang mengubah hari jadi libur.

Tercatat, dugaan adanya hepatitis membuat Dinas Kesehatan Kota Bandung melakukan pengecekan ke SDPN 252 Setiabudi untuk mengetahui apakah memang ada penularan Hepatitis A di kalangan murid sekolah tersebut. (*)

Editor : Edi Faisol

Related posts